Search This Blog

Cpx24.com CPM Program
Showing posts with label angin. Show all posts
Showing posts with label angin. Show all posts

Lebaran Dan Rupa-Rupa

Sunday, September 12, 2010

Benar kata orang, lebaran itu lebih enak di rumah. Mau seperti apa bentuk rumahnya, home sweet home.
Mudik merupakan sebuah seni menjelang lebaran, momen sekali setahun berkumpul dengan keluarga, dengan tujuan yang khusus.
Bagaimanapun keadaannya, mudik adalah hal yang wajib bagi yang jauh dari rumahnya.
Ucapan maaf ketika mencium tangan orang-orang tercinta saat lebaran terasa khidmat, diiringi gema takbir yang membuat semuanya menjadi lebih syahdu.

Dulu waktu aku kecil, lebaran adalah baju baru, kue-kue yang banyak dan salam tempel dari keluarga.
Ditambah makanan seperti rendang, ketupat, dendeng balado, ayam gule sampai lemang. Lebaran yang seperti itu selalu ditunggu.
Berkunjung dari satu rumah ke rumah yang lain, berharap isi kantong semakin banyak. Lebaran yang menyenangkan.
Sampai sekarang, suasana itulah yang selalu ditampilkan lebaran.*tapi sekarang baju baru beli sendiri dan jatah salam tempel adalah milik ponakan-ponakan*
Dua kali aku kehilangan momen itu.
Dua kali aku berganti suasana lebaran, tahun lalu di satu tempat yang istimewa di tengah Jawa dan kali ini di Ibukota negara ini.*Mudah mudahan tidak jadi bang Toyib*
Banyak perbedaannya, tapi yang jelas satu yang sama. Dua-duanya bukan di rumah.
Rasanya..? lain, cobalah tanya pada orang yang pernah melewatkan mudik.

Setelah sholat Ied kemarin, aku ngebut dari Casablanca sampai Sudirman, melewati Kuningan terus ke Gatsu dan balik lagi ke Pancoran-Tebet.
Mungkin di hari biasa, butuh lebih setengah hari melewati rute itu.
Sempat aku pelankan laju motorku di Sudirman, dan berhenti di dekat patungnya.
Yang kupikirkan adalah, biarlah Sudirman yang menjadi orang pertama menerima jabatan tangan permintaan maafku, sayang terlalu tinggi dan aku tidak ingin berakhir seperti Naga Bonar.

Jadi bagaimana lebaranmu kali ini kawan?

Aku pernah ditanya begini, "apa makna lebaran buatmu?"
Berkumpul dan bergembira. Sesimpel itulah jawabanku.
Aku tidak pernah merasa lebaran sebagai sebuah hari kemenangan.
Lebaran adalah saat dimana kita berkumpul dan bergembira dengan orang-orang terdekat kita.

Bergembiralah bagi yang sedang berkumpul dengan orang-orang terdekatnya.
Dan buat orang-orang yang jauh dari rumahnya, karena alasan pekerjaan, kuliah, ekonomi sampai yang tidak kuat fisik, tetaplah bergembira.
Walaupun wajah tidak berhadapan, tangan tidak berjabat, biarlah hati yang bertemu.

Selamat hari raya Idul Fitri 1431 H,
Mohon maaf lahir dan batin.

Read more...

Aku Datang Lagi

Tuesday, March 16, 2010

Bicara tentang mimpi, tentang sebuah pelepasan
Kita sepakat, kau menungguku disana
Dan sekarang aku telah datang
Membawa banyak cerita

Mencium lagi bau tanah basah sehabis hujan
Berteman dengan dinginmu, bermain dengan mitosmu
Ini bukan pertemuan kita yang pertama, tapi ini cukup berkesan
Kau bersembunyi di balik kabutmu dan aku telah berdiri di puncakmu

Terimakasih telah menjamuku dengan hujanmu
Terimakasih untuk hadiahmu yang cukup membekas
Biarkan aku meneruskan pelarianku
Semoga kita bertemu lagi, dengan cerita yang lain



Gunung Lawu, 3265 Mdpl
14-15 Maret 2010

Read more...

Tentang Hujan Dan Sebuah Cerita Dari Selatan

Wednesday, March 10, 2010

Sepertinya langit sedang marah, atau kita yang sudah tidak mengerti bagaimana cara berteman dengan alam.

Sudah dua hari ini Yogya diteriaki petir dan hujan angin yang cukup ekstrim.
Kemarin aku di rumah, menemani keponakan2ku dan memindahkan barang-barang penting yang sedang dirembesi hujan.
Sambil mendengarkan petir dan kilat yang bersahut-sahutan, menggantikan suara tv yang sudah tidak menyala lagi, mati lampu.

Dulu aku paling takut mendengar suara petir, tapi kemarin aku menikmati setiap suara yang dihasilkan langit.
Sampai isya hujannya tidak berhenti, syukurlah keponakan2ku tidak terlalu takut akan gelap, malah bermain meniup lilin-lilin yang dinyalakan, menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Aku menikmati semuanya, celotehan bocah-bocah dan irama hujan.

Selepas isya baru hujannya agak reda, walau masih menetes tapi pelan-pelan. Gerimis.
Aku dihubungi seorang teman, mengajak keluar untuk sekedar menghabiskan malam dan kusuruh menunggu sampai orangtua keponakanku tiba di rumah.
Tidak lama mereka datang, dan aku pergi, menghabiskan malam sambil ngopi2. Ditemani gerimis.

***

Hari ini aku ke pameran buku, hanya melihat-lihat.
Melihat buku-buku diskon yang ternyata menggoyahkan iman, membeli satu buku, padahal aku sedang tidak minat membaca.
Setelah dari pameran buku, aku berjalan-jalan. Mengikuti arah stang motorku yang entah kemana, tanpa tujuan.

Lalu aku teringat, kalau tali jam tanganku putus dari dua minggu yang lalu dan belum sempat kuperbaiki, tepatnya sih diganti.
Kubawa motorku ke arah selatan, ke tempat yang aku tahu adalah tempat terbaik untuk urusan bahan kulit, Manding.

Sampai disana, bertanya sana sini, hingga akhirnya aku ke tempat pembuatan kulitnya, memberi contoh kulit jam tanganku yang untungnya kubawa di tas kecilku.
Cukup 15 ribu dan aku dijanjikan kulit yang setara dengan aslinya.

Santai sejenak di angkringan untuk membasahi kerongkongan dan mengasapi mulutku.
Ngobrol ngalor ngidul dengan si penjual angkringan tentang hujan kemarin, tidak terasa, langit mulai menghitam.

Kuputuskan untuk segera pulang, takut hujan segera turun dan aku tidak membawa jas hujan.
Baru sampai perempatan Manding, gerimis sudah turun.
Aku tidak berbelok ke kiri ke jalan Parangtritis, lurus terus melewati jalan yang bukan jalan utama yang aku tahu tembusnya adalah jalan Imogiri. Lebih cepat ke Jalan Solo, pikirku.

Sampai di jalan Imogiri, hujan sudah tidak tertahan, tumpah ruah membasahi apa yang ada di bawahnya, tetap dengan kilat dan petir-petirnya.
Basah, dan mencari tempat berteduh, akhirnya aku menemukannya juga.
Berteduh bersama beberapa motor dengan kondisi yang sama denganku, tanpa jas hujan.

Aku memandang sekitar, melihat sawah dan lalu lalang kenderaan yang menerobos hujan.
Ada lapangan luas lalu agak jauh ada sebuah Rumah Sakit, dan tiba-tiba aku merasa mengenal tempat ini.

Tempat yang sekitar empat tahun lalu pernah menjadi tempat wara-wiriku hampir 2 minggu bersama teman-teman kampus.
Sekedar membantu apa saja, menguatkan hati saudara-saudaraku yang tertimpa musibah yang bernama gempa bumi.

Aku menatap rumah sakit itu dari kejauhan, lebih besar dari yang dulu dan sedang diperbaiki, mungkin akan dibuat lebih besar.

Syukurlah sekarang setiap orang yang kutemui di tempat ini bisa memberi senyum tulus, walau dulu mereka begitu banyak kehilangan.

Read more...

Hei Ayah..

Friday, March 5, 2010

Seorang anak SMP berjalan pulang menuju rumah dari sekolahnya, ketika itu hari jum'at dan di kampung tempat si anak itu tinggal ada keluarga yang sedang melakukan hajatan hingga warga berkumpul.
Sesampai di rumah, si anak dipanggil ayahnya

"Benarkah yang kudengar di rumah kepling itu..?" kata si ayah

Si anak diam mematung di tempatnya berdiri, tahu kemana pembicaraan itu dan tidak berani menjawab

"Heh, kau dengar aku. benar atau tidak..!!! Kalau tidak benar biar kupukul si Kribo itu.."
"Benar yah.."

PLAAKKK...

Sebuah tamparan mendarat di pipi si anak, si ayah menyuruh masuk kamar.
Membuka ikat pinggangnya, menampar lagi si anak.

"Kau tahu, aku tidak pernah mengajarimu jadi pencuri. Apakah uangmu kurang hingga kau mencuri barang yang harganya tidak melebihi uang jajanmu.."

Si anak sudah terisak

"Kau membuat malu, hancur hatiku melihatmu berbuat seperti ini. Anak kurang ajar.."

Setelahnya berbagai macam pukulan, tendangan dan patahnya sebuah sapu menjadi bukti bagaimana remuknya hati ayah melihat anaknya melakukan sebuah tindakan tidak terhormat, mencuri. Mencuri gelang-gelang besi imitasi dari rumah tetangganya yang saat itu lagi tren. Dan tetangganya yang orang minang kebetulan adalah penjual grosir di pasar.
Kejahatan anak-anak masa puber, dilakukan tanpa memikirkan resiko bersama teman-teman sepermainan, hanya untuk gaya-gayaan dan orang-orang di kampung cukup arif untuk menyerahkan ini kepada keluarga masing-masing.
Tersangka 10 orang, sebaya dan dihajar babak belur oleh ayahnya masing-masing. Terselamatkan oleh bunyi adzan sholat jum'at.

"Pergi mandi dan jum'atan, habis itu langsung pulang"
"Iya yah.." jawab si anak disela isak tangisnya.

Dan si anak tahu, ayahnya tidak akan pernah lagi membahas masalah itu. Ayahnya yang tempramental tapi bukan pendendam, ayahnya yang berani melawan semua orang jika dia benar, mungkin jika dia berbohong dan berkata tidak melakukannya, bisa dipastikan ayahnya akan membelanya dan dia tahu itu.
Tapi tidak kali ini, ayahnya sudah cukup malu.

***

"Hidup 5000"
"Mati.."
"Ada samping-samping lagi gak sebelum diangkat..?"
"Bentar-bentar.."

Keriuhan pemuda-pemuda kampung di belakang rumah seorang engkong-engkong Cina, sedang melakukan permainan judi "martuo'". Dua keping logam Rp.50 atau Rp.100 diletakkan di tangan lalu disentil ke atas, kalau yang jatuh ke tanah gambar keduanya sama maka dikatakan hidup, Kalo beda dikatakan mati.
Ketika itu lebaran, masih banyak yang memberi salam tempel dan banyak orang yang pulang kampung. Bertemu keluarga dan teman-teman lama.

Yang memegang koin adalah seorang anak SMA tahun ketiga, disaksikan pemuda-pemuda kampung yang sedang memegang taruhannya masing-masing di tengah-tengah lingkaran besar.
Koin itu terangkat, dan sebelum jatuh ke tanah, para pemuda berhamburan lari kesana-kemari, menyelamatkan diri.

"Uwak datang...!!!!"

Si anak antara mengambil duit atau kabur, akhirnya diam di tempat. Tidak melakukan apa-apa.

"Pulang"
"Iya yah.."

Adzan pertama sholat magrib udah terdengar, si anak berpikir paling ayahnya akan berjalan lurus ke mesjid, tapi dugaannya salah. Ayahnya mengikutinya sampai ke rumah.
Masuk rumah dan ke ruang tv, diikuti ayahnya dan pandangan heran ibunya.
Sekarang sudah tidak perlu lagi bentakan atau ucapan pembukaan, tendangan pertama, kedua, tamparan hingga sapu.

Dan yang paling kurang ajar, si anak menangkis beberapa, mungkin kesal merasa sudah tidak pantas menerima perlakuan begini.

"Kau melawan sekarang.. hah.. Sudah jago perasaanmu"

Makin kesal ayahnya, sudah tahu salah, melawan lagi.
habislah si anak dihajar ayahnya, kali ini tanpa isakan air mata. hanya benjol di kepala.
Setelah itu ayahnya pergi sholat maghrib sekaligus isya ke mesjid, si anak akhirnya menangis di kamar mandi, ibunya mengusapi kepalanya yang benjol.

***

"Kau jangan kuliah disini, ke Yogya aja. Lagian ada kakakmu disana"
"Iya yah..."

Ibunya keberatan kalau anak bungsunya kuliah jauh lagi, seperti anak-anaknya yang lain, biar yang ini agak dekatan, begitu kata ibunya.

"Kau mau dia di bawah ketiakmu terus, biar dia belajar. Bertemu orang-orang baru, banyak ilmu disana, terutama ilmu hidup."
"Tapi kalau aku rindu, mereka jauh-jauh semua. Biar ada yang bisa nengokin kalau kita ada apa-apa"
"Halah, jangan egois. Ini untuk mereka"

Ibunya hanya bisa bersungut-sungut lalu memberi petuah panjang lebar tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di rantau orang. Panjang kalau dijabarkan satu-satu.
Tiba giliran ayahnya, tumben simpel banget. hanya 3 hal yang diinginkan ayahnya untuk dia pegang ketika nanti kuliah.

"Ingat tuhan, karena cuma dia yang akan menolongmu selama disana" pertama.
"Jangan narkoba, pilihannya cuma 2, penjara atau kuburan" kedua
"Jangan rusak anak orang, jika kau dekat dengan seseorang, perlakukan dia dengan baik" ketiga

Nasehat yang lebih dari cukup membuat si anak berani bertahan dengan status mahasiswa rantau.

***

Si ayah mendapat laporan si kakak kalau adiknya tidak pernah sholat selama di Yogya setelah 3 bulan di Jakarta dan Sulawesi.

"Kau mau apa hah.., tambah umur bukannya tambah dewasa, sudah lupa kau caranya sholat..?"
"Bukan begitu ayah, aku hanya ketemu masanya"
"oya, apa masalahmu, hingga kau lupa pada tuhan..?"
"Aku tidak tahu.."
"Mau jadi apa kau, tidak ada ridho disana kalau kau hanya mengejar dunia.."
"Engghhh......."
"Kuingatkan kau satu hal, ketika aku meninggal, aku ingin anakkulah yang men-sholatkan aku. Mulai sekarang kau harus ingat itu, pikirkan baik-baik"
"Iya yah.."

Singkat, menusuk seperti biasanya. Dan si anak terisak, setelah sekian lama tidak pernah mengeluarkan air mata.

***

Keesokan harinya, si ayah kembali menelepon

"Kau dimana..?"
"Di kos lama.."
"Tidur disana.."
"Iya yah.."
"Masih ada uangmu..?"
"Masih yah.."
"Kalau habis uangmu, bilang. Biar dikirim.."
"masih ada kok... enggghh yah, aku minta maaf soal kemarin"
"Kau sudah makan..?"
"Udah yah.."
"Kapan kau pulang ke rumah kakakmu..?"
"Mungkin 3 hari lagi"
"Ya udah, baik-baik kau disana"
"iya yah.."

Dan seperti biasanya, sudah tidak ada lagi percakapan tentang kemarin.

****


Hei ayah..
Aku dulu tidak mengerti kenapa kau begitu keras pada kami anak-anakmu.
Mungkin karena alasan umurku yang belum begitu memahami maksud tersirat dari semua tindakan dan ucapanmu
Setiap hari rumah kita diisi dengan suara-suara berisi emosimu, pasti selalu ada yang dimarahi, tapi aku tidak pernah merasa kesal padamu, mungkin itu terapi sehatmu.

Hei ayah..
Dulu aku heran, kenapa orang lebih senang datang ke rumah kita ketika ada masalah.
Pertengkaran rumah tangga, anak muda yang kawin lari, pemilihan calon bupati sampai anak yang kabur dari rumah orangtuanya.
Padahal kau hanya seorang PNS, bukan orang kaya. Bukan pula keturunan raja, hanya perantau.
Bentakan dan intonasi suaramu yang begitu tinggi membuat siapa saja takut, dan tetap orang mengadu padamu.

Hei ayah..
Dibalik sifatmu yang emosian dan kerasnya ucapan serta tindakanmu, kau adalah orang yang paling pengertian yang pernah kukenal selama hidupku.
Terimakasih kau telah mengingatkanku lagi, aku benar-benar membutuhkan itu.
Jakarta membuatku greget, Sulawesi membuatku sedikit melawan tuhan.
Dan kau berdiri di depanku, untuk meluruskan pandanganku lagi padaNYA

Kau mengerti bahwa aku sedang melarikan diri ke Yogya, untuk menemukan kembali apa yang hilang dalam diriku
Dan kau menjadi pemicuku untuk kembali lagi padaNYA
Aku mungkin masih butuh lebih banyak waktu lagi, mungkin naik gunung atau ke Karimun Jawa
Tapi percayalah, aku akan baik-baik saja

Jika cinta harus butuh kata-kata, maka yang kurasakan adalah cintamu yang tanpa perlu kata-kata.

Read more...

Alter Ego, Sebuah Passion

Monday, December 14, 2009

Apakah kau punya alter ego..?

Kalau menurut wikipedia, Alter ego adalah “a second life, a second personality, or persona within a person. It was coined in the early nineteenth century when schizophrenia was first described by early”. Dengan bahasa yang lebih sederhana, alter ego mendeskripsikan sisi lain dari diri kita yang bisa menggambarkan sisi buruk ataupun sisi baik.

Kalau menurutku, alter ego adalah "passion", situasi dimana kita menjadi sebuah karakter yang berbeda, berinteraksi dengan karakter itu, hingga dinilai dari karakter itu.

Ada orang yang nyaman menjadi dirinya sendiri di dunia maya, menampilkan kesehariannya, hingga orang mengenalnya dan tahu keadaannya dari tulisannya. *sudah jadi temannya di dunia nyata*
Ada orang yang lebih nyaman membuat sebuah karakter di dunia maya, tidak ingin dikenal, benar-benar berbeda dari kesehariannya, simpelnya adalah menjadi anonim.

Aku punya alter ego, di dunia nyata mungkin aku tidak sengaja atau secara tidak sadar memunculkan karakter itu, lalu menjalaninya.
Di dunia maya berbeda, aku secara sadar menciptakan alter egoku sendiri, sebagai satu bentuk usaha 'menikmati' sudut pandang dari sisi yang berbeda.

Alasannya sederhana, aku hanya ingin melihat satu reaksi utuh dari orang lain di satu tempat, tanpa ada embel-embel tempat yang lain.
"Dia kan si anu yang punya blog ini.." atau "tulisanmu kok beda sih dari yang di blog satunya, lebih enak baca yang ini"

Bayangkan bertemu orang yang kau tahu di suatu tempat, kau tahu tentang dia dan dia tidak mengenalmu. Kau dengan karaktermu di tempat itu, tersenyum dan memperkenalkan diri, lalu semuanya berjalan seperti biasanya, karaktermu itu akhirnya melekat di tempat itu, orang yang sama mengenalmu di tempat lain akhirnya mengenalmu juga di tempat yang berbeda, dengan karaktermu yang berbeda. Buatku ini menarik. *anggap saja aku sedikit tidak waras.. :P*

Aku membuktikannya di dunia maya, menciptakan karakter berbeda di tempat lain, hingga orang mengenalku dengan karakter itu.
Ada beberapa orang yang sering mampir di blog ini berinteraksi denganku di tempat lain, dengan karakterku yang lain.

Walaupun begitu, aku juga harus menyeimbangkan dengan realita yang terjadi di kehidupan nyataku, menjadi diriku sendiri dengan keseharianku yang ingin kuabadikan dalam bentuk tulisan yang biasa saja, tentang perjalanan hidupku yang akan kubaca kelak.
Blog ini adalah refleksiku di dunia nyata yang tertulis di dunia maya, tanpa harus menciptakan alter ego.

Dan aku baru saja memutuskan untuk 'mematikan' satu alter egoku di dunia maya, sebuah karakter di sebuah tempat yang menyenangkan untukku beberapa bulan ini.
Kembali lagi, semuanya tentang passion, anonimitas yang mulai kelihatan, mood yang hampir habis dan gairah karakter itu mulai memudar.

Ketika berbenturan dengan kenyataan, ada baiknya berhenti memanjakan ego. Seperti tokoh yang sukses dimainkan oleh seorang bintang film atau tokoh yang begitu menginspirasi dalam cerita novel hingga bisa dibayangkan, alter ego tetap akan jadi sebuah 'passion'.

Apakah kau punya alter ego..? terserah, biar itu menjadi kenikmatan sendiri-sendiri, tanpa harus melewati batas yang bernama hati dan akal.

Read more...

Memutar Memori

Friday, October 23, 2009

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun"
"Anakku... anakku..."
"Ibu, yang sabar ya, ikhlas bu, ngucap.."

Siang itu tuhan sedang berbaik hati, memanggil seorang bayi yang baru berusia 4 hari dari tangan seorang perempuan.
Diiringi isak tangis perempuan itu dan tetangga yang sedang mencoba menabahkan hatinya, untuk kedua kalinya tuhan menguji imannya.

Prosesi pemakaman sederhana dilakukan keesokan harinya, masih terasa kesedihan itu.
Perempuan itu terhempas ke titik terendah dalam hidupnya, tidak berani menatap mentari.
Takut bertegur sapa dengan tetangga, pekerjaannya dia tinggal, merasa hidup ini begitu tidak memihak.

Tiga kali dia melahirkan, dua kali dia kehilangan.
Beruntunglah masih ada seorang anak yang bertahan dipelukannya, untuk mendapat kasih sayangnya.
Apalagi ketika itu cerita2 tentang kematian masih kental dengan mitos.
Bahkan ada yang bilang ini adalah sebuah bala.

"Kau dengar kata uwak itu kan..?"
"Apa pulak kau pikir-pikirkan itu, gak ada itu" si suami mencoba berpikir jernih, menenangkan perempuan itu.
"Tapi aku takut bang, masak aku menunggu kehilangan sampai tujuh kali baru hilang balanya, gak sanggup aku bang."
"Sudahlah, bukan kita yang mengatur urusan hidup mati. Kalau memang rejeki kita cuma satu itu, kita besarkan dia dengan baik."
"Bang, kalau yang satu itu juga diambil, ceraikanlah aku. Mungkin memang bawa bala aku dalam pernikahan kita ini."
"Jangan gila kau ya, pikiran macam apa itu.."

.....

Ternyata cerita itu tidak terbukti, bahkan tiga tahun setelah kematian yang kedua, perempuan itu melahirkan lagi, perempuan.
Tidak cukup disitu, dua tahun kemudian bayi perempuan lahir lagi dari rahimnya, semuanya sehat dan tumbuh normal.

"Masih percaya kau tentang bala itu, kau lihat apa yang tuhan kasih"
"Imanku tidak cukup kuat waktu itu, maafkan aku bang"
"Lalu ngapain lagi kau sering ke dokter buat cek2 kesehatan"
"Kupikir aku bisa hamil lagi bang.."
"Ah, gak ngerti aku lagi. Dulu kau menolak punya anak lagi, sekarang minta nambah kau"
"Siapa tahu dikasih lagi.."
"Ingat kau apa yang kubilang dulu, kalau rejeki kita cuma segini, ya sudah kita besarkan mereka baik2. Dan jangan suruh2 aku ke dokter, kau kira aku impoten hah"

.....

Setelah itu kehidupan berjalan baik, cerita tentang menambah keturunanpun sudah bukan lagi topik utama di keluarga itu. Hingga tujuh tahun berselang..

"Bang, aku hamil lagi.. gimana ini.." perempuan itu tidak siap, mengingat umurnya yang sudah bukan masa produktif lagi. Pada waktu itu KB bukan favorit para ibu2 kampung.
"Beginilah cara kerja tuhan, ingat apa yang kau bilang dulu. Mau nambah anak, dikasih malah bingung.."
"Tapi kenapa harus sekarang bang, saat aku mulai berpikir untuk membesarkan, bukan lagi meregang nyawa dan duduk menyusui, aku hampir memasuki masa menopause"
"Terus mau apa kau, mau kau tolak rejeki itu"
"Pokoknya ini terakhir aku melahirkan, jangan nambah lagi.."
"Sok2 mengatur pulak kau, disyukuri semuanya. Jagalah baik2 janin itu.."

.....

Bertambah lagi keluarga mereka, seorang bayi perempuan lahir dengan selamat.
Di awal2 kelahiran, si bayi sering sakit.
Fisiknya dinilai lemah oleh dokter, bahkan pernah dua hari menangis tanpa bisa didiamkan.
Perempuan itu mulai panik, teringat trauma masa lalunya tentang kehilangan.
Kali ini jangan ya tuhan, biarkan dia hidup, pinta perempuan itu dalam doa2nya.

Tuhan ternyata mendengar, bayi itu dibiarkan hidup dan berangsur pulih.
Perempuan itu begitu bersyukur, dan berjanji dalam hatinya, biarlah ini yang terakhir. Sudah cukup karunia ini, Empat anak ini jangan bertambah lagi.

Segala cara dia lakukan untuk mencegah, dari lebih banyak mengkonsumsi air tape sampai terapi pijat kampung yang katanya bisa meminimalkan efek hamil.
Apalagi umurnya sudah tidak bisa dibilang muda lagi, dia memang tidak mau lagi menambah anak.

Tapi tuhan berkehendak lain, dua tahun kemudian dia hamil lagi dan melahirkan seseorang yang saat ini sedang memutar memorinya menulis cerita ini.

....


Kutulis untuk ibuku, yang dengan beraninya bercerita tentang sebuah proses dalam perjalanan hidupnya.

*Maaf ibu, jurus2 menolak lahir itu tidak cukup kuat untuk menahanku melihat dunia dan menyusup diantara cinta kalian.. :)*

Read more...

Masa

Tuesday, October 13, 2009

Kita pernah bersama, saat malam2 beranjak pergi meninggalkan keceriaan kita hingga sang fajar menyusul menggantikannya.
Kita pernah menangis, saat suara kita terbentur tembok dan jauhnya harapan dari tempat kita berdiri.
Kita pernah tertawa, saat melihat banyaknya kekonyolan dan acara hura2 tanpa tujuan yang membuat kita lupa kerasnya dunia.
Kita pernah jadi satu, menjadi sebuah barikade mempertahankan idealisme anak muda yang memang tidak mau diatur.

Kita adalah angin lalu, di sebuah masa yang akan hilang digantikan oleh tunas2 baru.
Kita mengikuti alur, seperti aliran sungai yang akan membawa kita sampai entah kemana.
Kita hanya sesaat, sekejap tanpa banyak tanya jawab akan pergi mencari masa depan.
Kita adalah sebuah individu dengan ego dan kepentingan sendiri, dibesarkan oleh kasih sayang dan kebersamaan.
Tapi kita terlanjur terikat, hingga cerita ini akan kita bawa sampai kita sudah tidak bisa lagi mengingat.

Semua yang datang akan pergi
Menjalani dunia
Menikmati cinta
Berbagi cerita
Hingga nanti kita punya kehidupan masing2

ini untuk kalian.
terimakasih.

Read more...

Keren Bin Kanker

Wednesday, October 7, 2009

Keren nih, mbak ada yang nomor 42 gak..?
Sebentar mas...

****
Wow pas, harganya murah lagi... bungkus...

***
1399000 mas
Hah...ntar dulu deh mbak..*berlalu meninggalkan kasir sambil mikir kenapa 0 nya bisa nambah satu*

**
-kejadian di sebuah mall, dengan pelaku dua curut yang lagi tidak waras-

*
gambar diambil disini

Read more...

Wake Me Up When September Ends

Thursday, October 1, 2009

Jika rasa makanan adalah dari lidah, maka rasa menulis adalah dari hati.

Fiuuhh... baru buka blog ini lagi.
Hujan dan berita gempa mengawali hari ini.
Semoga saudara2 yang ada di Sumatera, khususnya Sumatera Barat diberi kekuatan dan ketabahan.

Kemaren memang emosi banget, dan gak tau mau dikeluarin dimana, dan akhirnya blog inlah yang jadi sasaran tembak..:D

Nasi sudah menjadi bubur, putusan sudah dijatuhkan.
Terlalu buang energi kalau harus terus memikirkannya, sekarang adalah mencari solusi.
Life must go on, begitu kata sang bijak.
Face it and solve it, begitu kata .... *siapa itu, lupa aku*.

Sejujurnya postingan kemaren murni unek2.
Aku tahu aku bisa menghadapinya, hanya ingin mengeluarkan isi hati, daripada kutahan jadi penyakit, atau aku membuat keributan di tengah pasar gara-gara itu, kan gak lucu jadinya... :D

Aku tidak pernah dendam dengan itu, emosi boleh tho... hehehe
Membuang energi negatif itu ternyata bisa meringankan, postingan itu benar2 menolongku.
Melihat lagi lebih jelas, berpikir melingkar dan membuatku merasa lebih dewasa.
Aku tidak sedang mencari simpati dari tulisan itu, hanya pengen memaki.
Terimakasih buat teman2 yang meninggalkan komentar, kuterima semua sebagai proses belajar.

Buatku inilah terapi yang paling efektif, menulis, menulis semua yang ada dipikiran dan belum sempat terkatakan.
So, wake me up when september ends... eh udah oktober dink.. :D
Kalau begitu selamat datang oktober, selalu ada pelangi setelah hujan.

Read more...

Aku Ingin Memaki

Tuesday, September 29, 2009

Kadang merasa telah memukul karang, apa daya ternyata cuma angin lalu.

Aku tidak tahu menggambarkan perasaanku hari ini.
Kalau ada gabungan perasaan marah, kecewa, menyesal mungkin itulah yang yang kurasakan.

Tidak besar memang masalahnya, tapi kalau diingat, sungguh aku tidak rela kejadian hari ini.
memang hanya soal jadwal ujian sidang yang diundur, cuma itu.

Aku memulai hari ini dengan baik-baik saja, lalu berangkatlah ke kampus, niatnya hanya untuk ketemu teman2 yang memang janjian ngumpul di kampus.
Sudah sampai di kampus, berbincang dengan beberapa teman, lalu ngecek2 papan pengumuman, mungkin saja ada info baru.
Dan benar saja, info jadwal sidang itu sudah berubah, tapi belum ada keterangan resmi tanggal pengundurannya.

Bergegaslah ke ruang dosen, kosong.. *dosen-dosennya pada lagi maaf2an di kampus satunya*
Tidak ada cara lain, menunggu.
Siang, itu dosen2 mulai berdatangan.
Mulailah aku bertanya pada dosen pembimbing..

'jadwalnya ganti lagi bu..?' *lagi, berarti sudah pernah ada pergantian*
'iya, soalnya yang minggu depan dosen2 pada gak bisa'
'ganti tanggal berapa bu..?'
'12-13'
'hah... tanggal segitu bu, emang yang minggu depan gak bisa diadain bu..?'
'kamu mau ujian gak pake dosen..?'
'emang dosen2 pada kemana bu..?'
'ke Bali'
'acara apa bu..?'
'liburan aja...'

Woo.. pengen mukul orang rasanya...
Kalau diingat-ingat, pengorbanan untuk semuanya sepertinya tidak sebanding dengan jawaban 'liburan' itu.

Ketika kutahu ada jadwal sidang seminggu setelah lebaran, kurelakan lebaranku kali ini demi itu, demi jadwal yang minggu terakhir puasa ternyata diundur ke dua minggu setelah lebaran.
Aku bersikeras tidak mudik, ibuku sampai memohon menyuruhku pulang ketika awal2 puasa kesehatan ayahku menurun.
Aku dilema selama puasa, setelah aku berbincang dengan kakakku dan dia memutuskan untuk mudik, aku sedikit lega berarti ada yang menjaga ayahku selama puasa.

Kekesalanku terjadi di minggu terakhir puasa, setelah kutahu jadwal itu diundur dan tiket mudik sudah tidak ada.
Tapi aku berdamai dengan keadaan, mungkin memang jalannya begitu.

Tapi untuk hari ini, ketika jadwal itu diundur lagi... damn... aku benar-benar tidak rela...

Ingin aku teriak pada mereka yang akan 'liburan' itu, bagaimana sedihnya lebaran tanpa keluarga, bagaimana rasanya mengambil pilihan yang ternyata bukan pilihan.
Bagaimana aku menangis tertahan ketika ibuku mengatakan 'pulanglah, siapa tahu lebaran ini terakhir kamu mencium tangan ayahmu..'
Anak mana yang tidak merasa durhaka ketika menjawab 'ibu, aku tidak pulang lebaran ini', tahukah kalian yang akan 'liburan', betapa panjangnya doaku pada malam itu.

Ketika kutanya kepada petugas TU
'pak jadwal ujian bisa dpilih gak..?'
'gak bisa mas, tergantung dosennya dan biasanya keluar sehari sebelum ujian..'
'kalo aku minta tanggal 13 boleh gak pak..?'
'ndak bisa mas, itu ketentuan'
'Abangku nikah e pak, mbok dicariin solusinya, kan bapak yang ngatur jadwal dosen dan penetapan dosennya..'
'solusinya ya milih ngadirin pernikahan apa mau ujian...'
'Sigh...'
*apa pak, sini keluar biar kupotong lidahmu itu, omonganmu tidak mencerminkan betapa tua dan pengalamannya kau mengurus yang beginian.*

Beneran, untung emosiku masih bertahan di kadar normal, kalau tidak sudah kumaki-maki itu si bapak.
Tanggal 12-13, itu tanggal biasa memang, tapi dimundurkan sehari lagi, itu tanggal bersejarah buat keluarga kami.
Abangku akan menikah hari itu dan aku disuruh memilih lagi.. *sigh*

Dan untuk sebuah 'liburan', aku benar2 tidak ikhlas.

BRENGKES...PRETKAM...

*ujung2nya blog ini yang jadi tempat sampah*

Read more...

Lebaran Ini

Sunday, September 20, 2009

Lebaran ini
Aku teringat Ayahku, mendengar suaranya saat menjadi imam di rumah, dan teriakannya membangunkan sahur..
Aku teringat Ibuku, mendengar suaranya mengaji tengah malam, dan masakannya setiap berbuka..
Aku teringat kampungku, desa yang telah menjadi kota dengan hiruk pikuk tetangga dan celotehan teman-teman lama..
Aku teringat suasananya, saling bersilaturahmi, bercerita tentang apa saja melepas rindu bersama keluarga..

Lebaran ini..
Aku tertinggal disini, ditemani sunyi dan senyapnya kota ini..
Gema takbir memang berkumandang, tapi tidak terasa untukku..
Setengah hatiku berada disini, setengahnya lagi berkelana ke kampung halamanku..
Ya robb, aku bersedih untuk bagian itu..

Lebaran ini..
Pertama kali aku tidak mencium tangan kedua orangtuaku..
Hanya mendengar suara mereka melalui telepon, cuma itu..
Aku tidak ingin berfoto baju lebaran, lalu ku upload di jejaring untuk mendapat komen dari teman2ku..
Aku ingin sendiri, memaknai idul fitri..

Jika artinya idul fitri adalah menemukan fitrah..
Aku ingin fitrahku sebagai manusia, dihadapanmu ya robb..
Jika ini adalah caraMu untuk menghancurkan diriku sebelum mensucikan hatiku, aku ikhlas ya Allah..
Jika ini caraMu untuk memojokkanku supaya aku selalu ingat padaMu, aku rela ya Allah..

Akan kutanggalkan semua kotoran di hatiku..
Fitrahku bukan namaku, bukan jabatanku, bukan kekayaanku..
Terserah mereka membuat open house atau apalah namanya, untuk menunjukkan kebesarannya sebagai manusia..
Aku akan menutup pintu rumahku di idul fitri ini, hanya ada Engkau dan aku ya robb..

Aku tidak mau ya Allah kalau idul fitri ini hanya jadi pembalasan dendam untuk ramadhanku..
Aku tidak ingin, setelah idul fitri ini aku masih jadi orang yang lupa padaMu..
Aku tidak akan memaafkan diriku, kalau aku masih menganggap idul fitri ini hanya ritual bermaaf-maafan dan ajang temu kangen..
Aku ingin ramadhan sepanjang hidupku, hingga kelak aku berhari raya di surgaMu..

Read more...

Fluktuatif

Saturday, September 12, 2009

Fluktuatif adalah kondisi naik turun.
Kata itu banyak dipakai di ekonomi, khususnya hal2 berbau saham dan nilai tukar.
Aku ingin memakai kata ini untuk bercerita. :)
Sebetulnya fluktuatif itu bahasa kerennya, kalau bahasa ndesonya, fluktuatif berbanding lurus dengan labil.. hehehe
Apa yang terjadi sebulan ini mungkin buatku adalah masa2 fluktuatif.
Baik itu mengenai keimanan, keuangan, kesehatan ataupun hal-hal lain.

Dimulai ketika aku mengejar kereta terakhirku, dan alhamdulillah sudah kelihatan tujuannya, walaupun masih ada satu stasiun lagi yang harus dilewati.
Kutinggalkan gubuk ini, dengan harapan aku fokus ke hal pertama tadi yaitu mengejar keretaku.
Tapi apa mau dikata, fluktuatif itu terjadi lagi.
Memang gubuk ini tak pernah kusinggahi, tapi malah rumah yang lain yang tiap hari aku buka.
Lalu sempat2nya ngekos di komplek itu dan masih betah sampai sekarang disitu. *dasar remaja labil*. :D

Lain lagi cerita tentang ramadhan tahun ini, aku hanya bisa bilang 'aku tidak merasakan apa-apa'.
Datar saja, bahkan cenderung menurun.
Tingkat keimanan yang kubangun terasa tidak berarti apa2.
Yang artinya, aku hanya puasa *tidak makan, tidak minum dan tidak melakukan hal yang membatalkan puasa*.
Tapi jujur, kalo dikondisikan dengan fluktuatif, ramadhan ini aku berada di titik terendah.
Sholatku bolehlah bertambah rajin tapi yang lain, oh.. aku benar2 menurun.

Makin sering berprasangka buruk, lebih mudah tersinggung, lebih banyak ngomongin orang, lebih malas, jarang mandi, malas baca, malas nulis, makin jarang bersilaturahim dengan teman dan saudara serta malas minta maaf kalau salah.
*semuanya ada contoh kasusnya, tapi saya lagi malas nulis..* :P

Harusnya ramadhan adalah bulan untuk meningkatkan keimananku, tapi aku merasa ini seperti bulan yang lain.
Banyaknya orang yang berubah jadi alim, munculnya ustad2 karbitan sampai membanjirnya album2 religi membuatku gerah melihat ramadhan ini.

Bahkan aku sempat menulis status di buku muka tentang ramadhan :
'hey.. ramadhan ini bukan tren.. bukan pasar jual-beli.. sebelum ramadhan kemana aja...!!! nanti setelah ramadhan mau jadi apa lagi..???'

Bukan ingin menghakimi, atau sok2an, tapi jujur itulah yang kurasakan.

Kembali lagi ke soal fluktuatif a.k.a labil
Aku hanya berharap semoga ramadhan tersisa dan setelah ramadhan, aku bangkit dari titik nadir ini dan perlahan memperbaiki semuanya.

Pertama yang ingin kulakukan adalah kembali mengurus gubuk ini. :)


*maaf, postingan ini murni curhat saya sebagai remaja labil...* :D

Read more...

Never Say Never

Monday, September 7, 2009

Tujuan sudah kelihatan, walaupun bukan stasiun terakhir, tapi itu stasiun yang ingin kudatangi sejak lama..
Keretaku sebentar lagi mau nyampe, cuma mampir sebentar di stasiun kecil, sekedar istirahat dan jalan2.
Senang mampir ke rumah lagi, walaupun hanya untuk mengistirahatkan badan, sebelum berlari lagi mengejar kereta.
Hanya ingin menyapa..






Apa kabar...?


*aku menulis tepat di saat gempa di jogja..*
*Out*

Read more...

Ewot, Puisi Dan Kereta Terakhir

Thursday, August 13, 2009

Dapat ewot lagi nih..
Dari blog yang baru kutahu ternyata orang jogja.
*Ya ampun mbok kalo masih satu kota gitu kan diantar sendiri ra po2 tho mbak.. hehehe

Makasih buat mbak Tisti Rabbani buat ewotnya. *iki daun opo lope2 tho mbak.. :)

Sekali lagi, dan berkali-kali lagi.
Ewotnya pasti mentok disini, jadi kalau mau silakan pas mampir disini sekalian bawa pulang.

Baiklah, karena aku tidak begitu bagus bernyanyi dan aku tidak tahu mau ngasih apa buat mbak Tisti, maka lebih memungkinkan kalau aku meracau tidak jelas.. hehehe
Sebuah puisi, dari hasil merenung di genteng... *kamar mandi selalu penuh.. :)


Untukmu yang berbahasa kalbu
Aku hanya ingin bicara tentang hati
Sebuah cerita tentang diriku
Seperti biasanya

Untukmu sang pemilik cinta
Kata-kata adalah doa
Pelajaran pertama tentang hidup adalah mati
Seperti melihat matahari

Untukmu teman sehati
Datang dan pergi adalah hidup
Berjalan dengan alur yang berirama
Seperti roda kehidupan

Untukmu penulis garis tangan
Masa lalu adalah kenangan
Masa depan adalah bayangan
Seperti aku yang berdiri d masa sekarang


Tidak terlalu buruk bukan.. :D
*Kalo ada yang bilang jelek, selamat anda mengerti puisi, aku aja yang nulis ndak ngerti.. hahaha

Sukses buat KBO3..
Dan selamat berpuasa buat saudara2ku yang muslim.
Mau ngejar kereta masa depan dulu, sudah mepet..
Pas gubuk reot ini ditinggal, tolong dilihatin ya, siapa tau ada yang mau nyolong atau nyampah.. hehehe

Akhir kata 'jangan tanya kemana aku pergi, tanya kapan aku kembali..'
hahaha.. narsis dotcom.

Read more...

Karena Dia Ada

Monday, August 10, 2009

leave nothing but footprints
take nothing but picture
kill nothing but time

Sekitar pertengahan 2005, ketika nongkrong dengan teman2 SMA yang sama2 mengadu nasib di kota pelajar.
Seorang teman bercerita tentang merapi, dan reaksi alami anak muda waktu itu adalah mencoba.

Berlima, tanpa pengalaman sama sekali, hanya bermodal nekad dan cerita dari seorang teman yang baru mendapat cerita dari temannya tentang merapi.
Berangkatlah lima orang sok jagoan untuk mendaki merapi, tanpa persiapan yang matang dan logistik yang memadai.
Yang paling banyak dibawa adalah rokok dan air api.
Dan terbukti, lima orang sok jagoan sudah kehabisan bekal di tengah2 perjalanan, hanya tekad yang masih ada.
Berkat bantuan tuhan, ternyata lima orang sok jagoan itu berhasil ke puncak.
Tertawa puas di puncak garuda..
Merapi, agustus 2005 *ketika itu puncak garuda masih utuh, belum hancur kena gempa.

it's not the mountain we conquer, but ourselves - Sir Edmund Hillary

Ketika sedang ngumpul di kampus, teman2 merencanakan untuk mendaki merapi, merayakan kemerdekaan di atas sana.
Teman2 mengajak, aku bergeming.
Dua tahun sudah lewat, cerita tentang merapi bahkan sudah terlupakan.
Sedikitpun sudah tidak ada niat naik gunung lagi, cukup sekali.
Seorang teman berkata 'lihatlah gunung itu kawan, setiap hari kita lihat dari bawah sini. Apa kau tidak ingin melihat apa yang dilihat oleh gunung itu.'

Degghhh....










Dan inilah aku, yang kembali lagi ke merapi dengan persiapan yang lebih baik.
Kembali tertawa puas di puncak garuda.
Merapi 17 agustus 2007 *puncak garuda sudah berubah, terkena gempa tahun 2006.

Setahun lewat, merapi membuatku jadi sangat betah untuk kembali lagi mendaki gunung. Ada sesuatu yang menarikku untuk kembali naik.
Dari Merbabu sampai Sindoro, Dari lawu sampai Gede-Pangrango, kunaiki hanya untuk sebuah kenikmatan.
Melihat edelweis tumbuh, bunga abadi yang sayangnya banyak dipaksa pindah tempat oleh orang2 yang merasa bunga itu lebih pantas di rumah pacarnya.
Gunung menjadi candu, selalu membawa cerita hidup.

Teman2 mengajak naik gunung lagi, tapi bukan merapi.
Gunung yang berbeda, lebih tinggi dan lebih jauh lokasinya.
Tanpa berpikir, langsung ikut.
perjalanan hampir 10 jam naik motor melewati banyak kota dan berbagai kejadian selama perjalanan.


Kembali lagi aku ke puncak, gunung tertinggi di jawa tengah dan kedua di jawa.
Menyenangkan ketika kau berdiri di puncak dan awan ada di bawahmu, memandang keajaiban tuhan.
Merayakan kemerdekaan di atas sana.

*ada cerita seru ketika perjalan pulang, dari 7 motor yang ikut pulang, semuanya kena musibah. Enam motor bocor ban dan satu motor jatuh terselip di lubang, untung tidak apa2. Motor terakhir yg kena musibah kebetulan aku yang bawa. Sedang menunggu tambal ban, seorang teman nyeletuk.. 'mungkin kita lupa berdoa kali pas kita pulang, ayo kita berdoa dulu.' Dan percaya atau tidak, setelah itu semua mulus sampai tujuan pulang.
Slamet, 17 agustus 2008

Baru saja aku kembali dari gunung gede awal juni lalu.
Seorang teman bilang.. '17 belasan di semeru gimana..? mau..?'
Seperti sebuah iklan provider kartu hp.

Menggoda.. jelas sangat menggoda.
Bagaimanapun, semeru sebuah mistis buatku.
Setiap orang yang pernah naik dan bercerita tentang semeru selalu membuatku cemburu.
Aku ingin melihat memorial Soe Hok Gie dan Idhan Lubis, menulis di atas danau Ranu Kumbolo, melewati Tanjakan Cinta dan berfoto dengan latar letusan Mahameru.

Tapi sayang, kali ini aku harus berkata tidak.
Aku harus berlomba dengan kenyataan.
Masa depanku sudah lama kuabaikan, dan ini harus diprioritaskan.

Semeru, mungkin tidak sekarang aku datang.
Tapi pasti aku akan datang, tertawa puas di puncak mahameru.
agustus 2009.


Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo

Menatap jalan setapak
Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa

Mahameru-Dewa 19

Read more...

Akal dan Kitab Suci -2-

Sunday, July 26, 2009

Akal tanpa cinta hanya akan membuat manusia sampai pada tingkat ilmu mempertanyakan kitab suci dan menyetarakan tuhan.
Jika akal menjadi busur, kitab suci menjadi panah, ilmu yang menjadi arah maka cinta adalah kekuatan untuk mengarahkan.
kitab suci yang begitu padat tidak akan dipelintir oleh akal jika ada cinta yang mendampinginya.
Output perilaku yang diciptakan akal melalui kitab suci tidak akan membawa kebaikan jika tidak diikuti cinta.

Tak kenal maka tak sayang..
Cinta mengenalkan manusia pada tuhannya
Cinta mengenalkan manusia pada kehidupannya.
Relatif dan padat akan jelas batasnya ketika dimasuki cinta.

Di kitab suci manapun, ada dosa untuk kejahatan, ada pahala untuk kebaikan.
Tapi manusia menembus sendiri batas 'manusianya' untuk merasa punya hak atas kehidupan.

Pertanyaan dasarnya adalah, apa kau percaya tuhan..?
Kalau ada yang bilang tidak, lalu kenapa kau begitu takut pada kematian..?
jika kau tidak percaya, kenapa kau bisa bangun pagi ini..?
Proses tidur bahkan tidak sampai ilmu manusia untuk mengolahnya, lalu dimana akalmu ketika kau merasa mempertanyakan si pemilik tidurmu.

Kalau kau percaya tuhan, maka poin dasar untuk percaya adalah cinta.

Kau cinta pada orangtuamu, maka kau akan percaya pada mereka.
Jika kau cinta pada istrimu, kau akan percaya padanya, maka cemburu, iri, curiga, akan hilang dengan sendirinya.

Jika kau mencintai istrimu, maka kau akan mencintai hidupnya, kau akan mencintai pekerjaannya, kau akan mencintai keluarganya, kau akan mencintai semua yang ada dalam bagian hidupnya.
Kau akan mencintai rambutnya, hidungnya, kukunya, matanya dan semua komponen hidupnya. Disitulah akalmu kau arahkan..

Hidup punya aturan..
Sekarang apa kau percaya pada si pengatur hidup..?
Jika kau percaya, maka kau akan percaya pada peraturannya..
Jika kau percaya tuhan, kau harus percaya pada pada ciptaannya..

maka kembali lagi ke posisi awal, jika kau percaya tuhan, dasarnya adalah cintamu padanya..
Lalu apa yang kau harapkan dari tuhan..? tentu cintanya padamu..

Kau mencintai tuhan, kau harus mencintai langit, kau harus mencintai pohon, kau harus mencintai daun, kau harus mencintai burung, kau harus mencintai apa saja yang dicintai tuhan.
Kau mengharapkan cintanya, makanya kau percaya padanya.

Kau mencintai tuhan, kau mencintai ciptaannya, kau percaya tanah itu ciptaan tuhan maka kau mencintai tanah, maka kau mencintai padi karena padi ditanam di tanah, kau akan mencintai makananmu, karena ada padi disana, maka kau mencintai kesehatanmu dengan memilih makanan yang baik untuk kesehatanmu.
Lalu padat dan relatif itu akan dicerna sendiri oleh akal, tidak perlu ada resep dokter untuk kesehatan dan larangan ini itu tentang kesehatan jika manusia menggunakan akalnya seperti di atas.

Banyak lagi contohnya, bahkan hal terkecil dalam hidup manusia tidak ada yang tidak berhubungan dengan tuhan.

Manusia modern sering memotong akalnya dalam siklus seperti di atas.
Manusia mencintai tuhan, tapi tidak mencintai hutan malah sangat cinta pada uang. Bukankah hutan termasuk dalam proses uang..?
Ada kertas disana, ada kayu, ada pohon, pastinya ada hutan. Mesin pencetak uang juga diurai menjadi satu persatu maka pasti ada hutan disana.
Jika manusia percaya ada tuhan dalam uang, akankah manusia menyalahkan uang atas nasib hidupnya..?

Manusia modern membuat semuanya terbalik..
Membenturkan yang padat seolah-olah bisa dicairkan dan mengeraskan yang relatif itu..
Harusnya mengeraskan yang padat dan membenturkan yang relatif sehingga tercipta kreativitas dan keindahan.

Benturan dalam wilayah padat membuat manusia menguasai, benar salah terletak di tangan manusia. Dia yang benar dan manusia yang lain salah, karena ego manusia tidak mau di pihak yang salah.
Coba benturkan ke wilayah relatif, Teknologi contohnya. internet bukankah kreativitas di wilayah relatif..? kita bisa chatting, ngeblog, tukar informasi dan banyak hal lain. Coba diurakan, bukankah itu hanya terdiri dari kabel, gelombang, komputer yang isinya kalo diurai jadi hal-hal yang biasa kita lihat di sekitar.
Benturan di wilayah relatif akan menghidupkan yang mati dalam diri manusia.. akal bekerja menjadi ilmu.

Seperti sebuah lagu, jika surga dan neraka tak pernah ada, apa yang dicari manusia..?
Manusia mencari surga atau mencari cintanya tuhan..?
Kalaupun ada surga dan neraka, apakah manusia akan tetap mengejar surga jika ternyata Tuhan lebih sering di neraka..? *saya tidak menyuruh orang masuk neraka..
Bukankah neraka juga punya tuhan..? manusia ingin surga tapi tidak mau ke neraka.

Cinta, akal,kitab suci dan ilmu akan berkombinasi menempatkan manusia pada satu titik, bersyukur.
Bersyukur karena percaya pada tuhan.

Kalau dikembalikan ke peradaban sebelum kitab suci, apakah orang percaya pada apa yang dia percayai..? Iya
Tidak ada peraturan hidup, tapi percaya. Terlepas yang dia percayai itu benar atau salah, tapi konsep cinta yang akhirnya membuat akalnya percaya pada apa yang dia percayai itu yang harus dilihat.
Ketika sudah ada kitab suci, percaya itu yang tidak dibangun oleh manusia modern dalam arti kehidupan.
Kenapa kita berdebat di wilayah yang jelas sekali padat.

'Jadi tidak boleh membedah kitab suci..?' justru karena manusia punya akal maka kitab suci itu dijadikan ilmu hidup.
kembali lagi ke kalimat awal, percaya.
'Lalu kenapa ada kitab suci kalau kita sudah percaya...?' justru melalui kitab suci akhirnya manusia modern percaya, kalau tidak ada bagaimana kita percaya tuhan, kita bukan nabi.

Satu tidak pernah benar-benar satu artinya, karena manusia modern tidak percaya satu itu satu.
Presiden tidak pernah benar-benar presiden dalam arti presiden sebenarnya, karena presiden tidak percaya, presiden itu presiden dalam hukum hidup. *bingung kan..
Presiden sewaktu-waktu jadi pedagang, jadi pengusaha, jadi tukang kredit, jadi sopir.

Sekali lagi, kita sebagai manusia modern sangat-sangat rewel untuk urusan percaya.

Cinta mengarahkan akal kita untuk percaya pada yang membuat peraturan hidup, menyakini aturan hidupnya dan menggunakan akal kita menjadi ilmu untuk mencari cinta sang pemberi akal.


*huah.. mumet saya nulisnya.
Kadang apa yang dipikir itu ketika jadi sebuah tulisan malah membingungkan.
Semoga bermanfaat, ini hanya artikel, ambil saja yg baik karena ini murni muncul dari pemikiran yang tanpa referensi.
Hanya melihat, mendengar dan memperhatikan dari sekitar..
Besok-besok saya nulis yang ringan2 aja.. mumet saya.. :D


Link Terkait
Akal dan Kitab Suci

Read more...

Akal dan Kitab Suci

Wednesday, July 22, 2009

Kapan pertama kali kitab suci ada..?
Kalo direka-reka menurut ilmu manusia, mungkin sekitar 130 abad yang lalu atau 13 milenium yang lalu.
Ketika nabi Daud pertama kali menerima wahyu dari Tuhan dan terciptalah Zabur, lalu menyusul Taurat, Injil dan kemudian disempurnakan oleh Al-Qur'an. *saya mengambil sudut pandang islam.
Bukankah kita mengenal nabi-nabi sebelum nabi Daud..?
Bukankah kita tahu ada peradaban sebelum itu..?
Lalu kenapa orang-orang di masa itu begitu lama masa hidupnya, sampai ratusan tahun bahkan ada yang mencapai ribuan tahun.
Begitu lama sampai mungkin mereka masih bisa melihat tujuh generasi di bawahnya.

Masa sekarang, umur manusia rata-rata hanya sampai 70-80 tahun.
Itu bahkan sudah sepuh banget, walaupun ada yang sampai 90-100 tahun, tapi sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi, sudah bergantung pada orang lain.

Lalu apa hubungan kitab suci dan manusia..?
Kalau diambil perbandingan di atas, maka umur manusia sebelum mengenal kitab suci lebih lama daripada orang yang sudah mengenal kitab suci.

Kenapa..? Why..?
Kenapa Allah baru menurunkan kitab suci setelah begitu lama tercipta peradaban di muka bumi.

Karena orang-orang di peradaban yang lalu tidak perlu kitab suci untuk mengatur hidupnya, sedangkan orang-orang di masa sekarang butuh kitab suci untuk mengatur hidupnya.
Karena peradaban yang lalu punya hukum dan aturan hidup dalam dirinya masing-masing, sehingga tidak perlu adanya kitab suci, sedangkan di masa sekarang kitab suci adalah hukum dan pengaturan hidup bagi manusia.
Karena peradaban yang lalu, disitulah para nabi-nabi ada sehingga orang-orang di masa itu punya panutan. sedangkan sekarang, orang-orang tidak punya panutan makanya diberi kitab suci.

orang-orang di peradaban yang lalu lebih simpel cara berpikiranya, sangat patuh pada pemimpinnya. Itu bisa kita lihat dalam kisah-kisah para nabi.
Orang-orang di masa sekarang (orang modern) sangat rumit cara berpikirnya, rewel lebih tepatnya. Semua hal dipertanyakan, makanya ada kitab suci untuk memberi batas dan menjaga manusia agar tetap berada di jalur 'manusia'.

Mari kita kembali ke belakang, bukankah manusia adalah masterpiecenya Allah..?
hingga diberi keistimawaan yang berupa akal pikiran.
itulah dasar kita menjadi khalifah di muka bumi.
Dan diberi tuntunan hidup dalam bentuk kitab suci karena kita berakal.

Makhluk ciptaan tuhan yang lain tidak ada yang diberi akal, jadi kambing tidak perlu kitab suci.
Akal membutuhkan kitab suci seperti busur dan panah, akal sebagai busur dan kitab suci sebagai panah.
Dan untuk mengolahnya, kita membutuhkan ilmu.
Panah tanpa busur, itu tidak akan sampai kemana-mana. hanya akan melukai sekitarnya.

Kitab suci menjadi hukum kita dalam hidup, menjadi acuan kita.
Lalu ada hukum eksternal, itulah yang banyak kita temui sekarang. UU, peraturan, adat, kepres, piagam PBB dan sebagainya.
Hukum itu mengikat, padat dan memaksa. Tidak boleh diganti jadi apapun, itu hukum. Ganti satu huruf aja gak boleh, itu hukum.
Bedanya adalah, kitab suci adalah hukum internal dalam dirimu yang nanti outputnya adalah perilaku.
sedangkan yang lain seperti UU, peraturan adalah hukum di luar dirimu yang mengatur dirimu dalam bermasyarakat.

Kita memerlukan akal kita dan mengolahnya dengan ilmu kita supaya aplikasi di kehidupan kita benar-benar berguna.

Jika ada yang padat yaitu hukum, berarti ada yang cair donk, berarti ada yang relatif.

Subuh itu 2 rokaat, itu hukum.
Bacaannya jelas, tata cara sholat, dari mulai takbir hingga salam itu padat. gak bisa diubah-ubah.
Tapi khusyuknya sholat, itu relatif. Langgam pengucapan bahasa ketika sholat itu juga relatif, menyamakan dengan logat arab itu bagus, tapi kalau tidak bisa ya tidak apa-apa.

Kalau dengan skala yang lebih besar, kebudayaan itu jelas relatif, pendidikan itu relatif, politik itu relatif, kesehatan itu relatif. yang menjadi ranah hukum adalah administrasinya, aturannya.
Musik itu relatif, jelas. Kamu tidak bisa memasukkannya ke ranah hukum, tidak bisa membandingkan musik si A dengan si B, karena relatif dan akan banyak unsur menyertainya.
Ranah hukumnya adalah tidak boleh membajak, karena ada hukumnya tentang pembajakan.

Di daerah-daerah yang relatif inilah timbul yang namanya kreativitas, disinilah akal dan ilmu dipakai.

Manusia modern menggunakan akalnya tanpa berpegang pada hukum hidupnya, yaitu kitab suci.
Seperti kitab suci yang dipakai dalam hidup tanpa menggunakan akal.
kedua-duanya tidak akan jadi apa-apa.

Banyak yang mencampur-adukkan wilayah hukum dan kreativitas.
Agama bercampur dengan politik..
Akhirnya, agama menjadi relatif dan politik jadi wilayah yang padat.
Ulama berdakwah di ajang politik dan agama digiring untuk menjadi pengikut politik tertentu, itulah pemikiran manusia modern sekarang.

Musik Dangdut katanya musik kampungan, itu kan relatif. Kau harus mendengar musik yang lain untuk membandingkannya dan itu belum cukup. Karena kau hanya punya dua daun telinga.
Karena itu dengarkanlah melalui telinga yang lain, kalau tidak bisa berarti jangan memvonis. Disitulah akal dan ilmu.

Kalau negara mengeluarkan peraturan, harga minyak goreng adalah Rp.5000 *umpama
Itu hukum, aturan, semuanya yang termasuk ke wilayah hukum harus menggunakan peraturan itu.
Tapi manusia modern mencampurkannya jadi wilayah relatif, ada yang Rp.6000, Rp.7500 sbg. Akhirnya rancu kan.

Gaji DPR dalam UU adalah 20 juta *umpama lagi. Itu peraturan, padat.
harusnya kan cuma itu, tapi ternyata bisa jadi relatif, bisa jadi 50 juta.

Yang mencuri harus dihukum. Itu peraturan
Jadi relatif ketika mencuri tapi pakai dasi tidak perlu dihukum, lha itu apa..
peraturan ya peraturan, hukum ya hukum. A ya A, hijau ya hijau, jangan abangan.

Tapi ketika masuk ke wilayah kreativitas, wilayah relatif malah hukum yang dipakai.
Dilarang pesbukan, lha itu jelas-jelas hukum je, padahal tidak ada dalam kitab suci manapun tentang pesbukan.
Yang ada adalah, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. dan itu masih wilayah relatif, berlebihan itu masih bisa dijabarkan dengan lebih luas.
Menulis saja sekarang sudah masuk wilayah hukum, ada UU ITE.

Yang mau masuk kedokteran UGM membayar minimal 70 juta *umpama lagi dan lagi
berarti yang tidak bisa membayar minimal sejumlah itu tidak bisa masuk kedokteran UGM, itu kan jadi wilayah padat, menjadi hukum yang jelas-jelas tidak ada di UU tentang pendidikan.
Jika ada minimal, berarti jika membayar diatasnya peluang masuk bisa lebih besar.
Padahal pendidikan adalah wilayah relatif. Otak dan kreativitas manusia jadi nomor sekian karena adanya peraturan itu.

Tapi manusia modern *kita maksudnya sangat rewel, hingga teori di atas dimentahkan dengan argumen-argumen masing-masing.
Kitab suci bisa diperdebatkan, apalagi undang-undang, peraturan dan sebagainya.
Karena akal bisa di kendalikan manusia, dan ilmu serta kitab suci bisa dikaji ulang oleh manusia modern maka Allah menitipkan satu unsur lagi untuk menyertai akal tersebut, yaitu cinta.

*Walah, jadi panjang gini postingannya dan melebar kemana-mana.. hehehe
mungkin bagusnya disambung aja di artikel berikutnya supaya nyambung sama kalimat pertama.Saya harap tidak mumet membacanya, saya yg nulis aja agak-agak mumet, tapi ini hanya artikel, semoga berguna dan bisa diambil intinya..

Link Terkait
Akal dan Kitab Suci -2-

Read more...

Gosip Setelah Tebak Gambar

Saturday, July 18, 2009


saatnya melihat ke atas, tidak ada sesuatu yang kebetulan..

'Wah.. Negeri Emprit main petasan..'
'Iya, aku baru turun dari bawah'
'Gimana laporannya..?
'Sejauh ini aku membawa beberapa orang dan lagi menunggu beberapa lagi..'
'Bagaimana isu yang berkembang di bawah..?'
'Kacau, rancu.. simpang siur..teori kemungkinan semua'
'Siapa sih yang buat..? kamu bawa gak orangnya...? aku pengen lihat wajahnya.'
'Jelaslah aku bawa, belum ku interogasi, nunggu laporan si bos.'
'Aku juga nunggu perintah si bos nih, apa aku jadi turun ke bawah..'

Secepat kilat sebelum sempat mengedipkan mata

'Hah, udah turun..?'
'Udah, syukurlah aku jadi banyak kerjaan..'
'Kenapa..?'
'Iya, setelah kejadian banyak orang yang bersatu, tapi sempat lihat konfrensi pers juga sebelum naik'
'Oya, emang menarik konfrensi persnya..?'
'Tidak sih buatku, tapi mungkin menarik buat negeri emprit..'
'Hahahaha, aku tau, telenovela kah...?'
'Buatku iya, tapi jadi membuka banyak kemungkinan teori disana..'
'Pencitraan lagi ya, padahal baru milih gambar, dasar negeri emprit dah di SP ma si bos'
'Salah pilih tebak gambar, percobaan pertama sudah langsung gagal'

'Ngapain dia melebarkan masalah, cukup protokoler ucapan belasungkawa sepertinya dah cukup. Yang pentingkan aksi setelahnya..'
'Mungkin dia pikir dia Ronald Reagan..'
'Ah beneran telenovela deh, apa dia pikir ucapannya tidak memberi efek bola besar buat negeri emprit..'
'Itulah, terlalu penuh gelasnya. Lupa inti kejadian dan imbas setelahnya.'
'lalu gimana reaksi negeri emprit..?'
'Hey, negeri emprit itu tahu cara tersenyum, itu yang aku suka dari negeri emprit.'
'Bagaimana ya, aku juga bingung. Kenapa si bos membiarkan aja ya.. aku sedih juga , aku sebetulnya benci dengan pekerjaan ini..'
'Aku kok jadi optimis setelah ini ya..?'
'Iya, aku juga. Mungkin si bos akan memberi SP sampai beberapa kali lagi, tapi kok aku merasa ini hanya akan menguatkan negeri emprit ya..'
'Bisa aja sih si bos langsung mutus kontrak tu negeri emprit, tapi si bos masih mikir-mikir..'
'Kenapa memang..?'
'Masih banyak cahaya harapan di mata anak-anak kecil di negeri emprit, masih terlalu banyak sandungan buat si bos untuk memutus kontrak negeri emprit..'
'Iya, aku juga lihat kenyataan terbaru, walaupun bungkus negeri emprit sudah karatan dan bau busuk. Dalamnya ternyata masih ada orang-orang yang tau menghargai kontraknya.'
'Lalu gimana nih soal bungkus-bungkus yang sudah bau busuk ini..?'
'Halah, si bos cepat atau lambat pasti beresin. Percaya atau tidak, peristiwa ini menjadi momentum buat negeri emprit untuk memilih..'
'Maksudnya.., menukar bungkus-bungkus itu?'
'Hahahaha, tidak begitu caranya.. ada muncul sebuah komitmen, keintiman dan rasa yang baru di hati orang-orang negeri emprit.'
'Maksudnya momentum pasca petasan itu..?'
'Iya, kalau mereka jeli dan mengerti bagimana peringatan si bos menjadi kekuatan yang baru buat mereka, kekuatan yang sebetulnya dari dulu ada di hati mereka.'
'Apakah kita menunggu..?'
'Tidak, kita sedang melihat proses..'

'KALIAN, MENGGOSIP LAGI..'

'Bos, kenapa skenarionya kayak gitu..?'
'Iya bos, SP-nya kok secepat kilat gitu. Baru aja bernafas sedikit tu negeri emprit..'

'ITU BENTUK CINTAKU PADA MEREKA..'

'Lalu setelah ini, apa akan ada lagi bos..?'

'ADA, TAPI KITA LIHAT NANTI BENTUK CINTANYA SEPERTI APA..'

gambar diambil disini

-untuk hari kemarin dan setelah ini, jangan pernah malu menjadi bangsa ini. Ini bukan kita, memalukan jika ada yang malu menjadi bangsa ini.-

Read more...

Ini Tidak Adil

Wednesday, July 15, 2009

cause we all live under the same sun
We all walk under the same moon
Then why, why cant we live as one

scorpion - under the same sun

Aku baru mengetahui berita itu, itu juga dari tagline yang ada di sebuah stasiun tv.
'Korban saat ini mencapai 156 orang'
Hey.. berita apa ini..
Lalu menjelajahlah di dunia maya untuk mencari info-info, ternyata mengejutkan.
'Daerah ini terisolasi, dan sejak bergabung dengan Republik Rakyat Cina sudah terlihat kesenjangan sosial disana.'

Aku tidak tahu kenapa aku ingin menulis topik ini, dengan referensi yang sangat minim. Hanya kesal kepada penghuni kolong langit, mau itu orang kaya, orang miskin, penguasa, orang-orang besar, penulis-penulis hebat, wartawan, entah apa dan siapa saja yang tahu hal ini.
Terutama kepada kekuatan yang setingkat di bawah tuhan itu a.k.a media.
DIMANA KEADILAN DI KOLONG LANGIT INI...?

Kemana pengamat-pengamat yang begitu berbusa ketika membicarakan Timur Tengah.
Kemana penulis-penulis kolom di media yang begitu skeptis menilai demokrasi di Iran.
Kemana orang-orang yang berdebat mengenai teroris itu.
Dimana berita yang bisa melihat Urumqi secara lebih utuh..
INI TIDAK ADIL..

Begitu banyak opini tentang Timur Tengah.
Begitu banyak pihak yang merasa ikut bertanggungjawab menentukan nasib Palestina.
Banyak sekali yang mengutuk hasil demokrasi di Iran, seolah-olah merasa punya tanah di negeri itu.
Dan selalu atas nama KEMANUSIAAN..!!!

Kalo begitu atas nama kemanusiaan, DIMANA KEADILAN DI URUMQI...?
Hey, kalian yang punya kekuasaan di kolong langit ini, apa reaksi kalian melihat Urumqi..? atau di daerah-daerah lain yang bernasib sama dengan Urumqi..
Tidak ada, mungkin tidak penting..
Kalo begitu berhentilah mengurusi Timur Tengah dan tetek bengeknya...!!!

Karena kalian sudah tidak adil, pembantaian 3000-an orang dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat disana tertutupi berita kematian 1 orang bintang. Itu tidak adil...

Indonesia, Dewan Keamanan PBB...? menggelikan, tidak ada yang membicarakan Urumqi.
Isolasi dan pengusiran yang terjadi disana ditutupi berita pembagian jatah kursi disini. Itu tidak adil..

Yang merasa masa bodoh, tidak tahu dan malas mengurusi.
Tolong adillah dalam melihat sesuatu, jika kalian bisa menulis berita dan beropini tentang semua hal dengan begitu hebat, tulislah berita dan opini yang sama tentang Urumqi.
Terserah itu akan menyelesaikan masalah disana atau tidak..
Tapi paling tidak membuka mata orang-orang yang mungkin akan mengirimkan doanya kesana.
Terasa menyejukkan bukan..?

Belajarlah dari sejarah, ini akan terus berulang..
Aku menulis karena aku ingin keadilan.
Aku sedih karena yang dibantai adalah saudara-saudaraku.
Aku marah karena tidak ada yang membahasnya.
Dan pemberitaan ini tidak berimbang..

Bukankah kita hidup di bawah langit yang sama...?

Read more...

Percakapan Dan Tebak Gambar

Monday, July 6, 2009


hidup bukan soal menang kalah. Percayalah, pasti ada pelangi setelah hujan

'Lihatlah keadaan di bawah sedang rame'
'Iya meriah sekali ya, sepertinya akan ada pertunjukan besar2an nih'
'Aku heran dengan negeri Emprit ini, Berduka aja begitu meriahnya ya'
'Mungkin mereka ikut negeri Asu, negeri Asu kan lagi merayakan ultah Paman yang bertopi koboi'
'Lho beda donk, itu orang kan ultah, wajar donk meriah'
'Jangan salah, di negeri Asu juga orang berduka cita juga sangat meriah, lihat tuh pemakaman sampai segitunya, pake pertunjukan lagi'
'Iya juga ya, mungkin itu yang ditiru sama negeri Emprit, mereka mau berduka cita secara besar2an, heboh nih kayaknya'
'Kita lihat saja, ujung2nya ntar kita juga kok yang turun tangan, lah semua orang di negeri Emprit sudah berkicau gak jelas'
'Iya ya, pada pegang mic semua, tapi beneran deh pada rame banget akhir2 ini.'
'Itu lagi main sebuah permainan, namanya tebak gambar..'
'Tebak gambar..? kok heboh banget ya, cuma tinggal nebak gambar aja sampe bawa golok, bawa kunci rumah, bawa2 kelompok, agama juga. heran aku'
'Memang, aku juga gak ngerti lagi tu pikiran orang2 di negeri Emprit, mungkin gara2 hadiahnya itu sampai semuanya dibawa2'
'Mang apa hadiah tebak gambar itu..?'
'Hadiahnya..? tiket free, mencoba semua wahana di negeri Emprit. VVIP lagi.'
'Wow, pantas saja. Apalagi negeri Emprit kan lahan basah, enak banget tu kalo bisa nebak.'
'Tapi sayangnya di negeri Emprit banyak tukang tipu, banyak calo, banyak pungli jadi gak sembarang orang bisa ikut tebak gambar'
'Ah sayang ya, padahal kalau nebaknya gratis kan semua bisa dapat, gak milih2.'
'Sekarang mana ada yang gratis, kencing aja bayar'
'jangan2 besok kentut juga bayar ya.. hahaha'
'Bisa jadi.. hahahaha'

'Btw gimana tanggapan si bos tentang ini..?'
'Ya elah, si bos nagapain pusing ngurusin beginian. Paling senyum2 aja'
'Tapi denger2 si bos juga lagi gemes ni sama negeri Emprit'
'Si bos kan sering bilang "percuma membicarakan kebodohan kepada orang bodoh". Tinggal disentil aja ntar ma si bos, beres dah.'
'Masak sih, si bos kan paling ngerti urusan yang beginian.'
'Hehehe, sebetulnya si bos lagi nunggu momen aja, tunggu aja ntar si bos ngadain sidak ke negeri Emprit'
'Wah, berabe tu kalo si bos sampe ngadain sidak.'
'Habisnya tu orang2 di negeri Emprit pada bebal2 sih, udah tau pekerja kontrakan, kelas buruh, pengennya bikin peraturan sendiri. Udah enak2 dikasih buku panduan ma si bos, masih aja ngelanggar, ntar si bos mutusin kontraknya nangis semua.'
'Hahaha, trus gimana nasibnya permainan tebak gambar ini..?'
'Lah kita mau apa, kita lewatkan sajalah permainan tebak gambar ini. Semoga yang ikut dan menang bisa menggunakannya dengan baik seperti yang ditulis dalam peraturan si bos.'
'Berarti kita membiarkan mereka donk..'
'Dikasih SP 1 gak mempan, mungkin dikasih SP2 dulu melalui tebak gambar ini. Dan aku optimis habis SP 2 ini pasti kelakuannya berubah'
'Jangan donk sampe SP2, SP1 aja udah parah banget.'
'Tenang aja, si bos kan seorang pengayom yang baik, dia tahu kok kapan dan bagaimana mengatur semuanya.'
'Iya sih, kita serahkan saja semuanya sama si bos'

hingga tiba-tiba, tanpa suara, tanpa dirasa...

'HEH... BERGOSIP SAJA KERJA KALIAN... TUGAS MASIH MENUMPUK TU, SANA TURUN KE BAWAH, CATATIN AMAL-AMAL MEREKA'

'iya bos....'
'i..iya bossssssss.....'

Percakapan ini terjadi di awang-awang pada waktu yang mengawang-awang

Gambar diambil disini

Read more...
Sonic Run: Internet Search Engine
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP