Search This Blog

Cpx24.com CPM Program
Showing posts with label logam. Show all posts
Showing posts with label logam. Show all posts

Catatan Tentang Daratan Yang Ternama

Tuesday, November 24, 2009

Dulu sewaktu aku masih kecil, sekitar umur 9-10 tahun, ibuku mengajakku dan saudara-saudaraku mengunjungi sebuah daratan yang terpisah dari pulau tempatku lahir.
Cerita tentang daratan itu benar-benar membuat kami terutama aku terkesima.
Tempat yang jauh, begitu kata ibu, makanya butuh banyak biaya untuk sampai kesana.

Ikut menumpang dengan mobil teman ayah yang waktu itu juga ingin pergi ke daratan itu, memang butuh waktu lama, 2 hari 3 malam.
Pertama kami sampai ke daratan itu, kami mencium tanahnya. Yup, seperti di film-film, kami menciumnya.

Mungkin banyak yang menganggap itu perbuatan yang konyol, tapi perjuangan untuk sampai kesana benar-benar tidak murah.
Kampungan, begitu mungkin mata beberapa orang yang melihat kejadian itu. Terserah, kami memang dari kampung.

Disini tempat orang merantau, tempat orang-orang yang sering di tv, ini ibukota negara kita. Panjang lebar ibu bercerita tentang daratan yang waktu itu sudah mulai menjulang dengan gedung-gedung tingginya.
Daratan yang bernama Jakarta dalam kenanganku waktu itu sangat berkesan. Banyak mobil-mobil, jalanan selalu ramai dan banyak tempat bermain. Ah, dasar bocah.. :)

Sehabis SMA dan tersesat di kota gudeg, aku beberapa kali mengunjungi Jakarta. Baik itu ketika liburan atau sedang ada acara keluarga.
Tapi rasanya lain, aku tidak pernah melebihi tiga hari disana. Alasannya selalu, tidak betah.

Jakarta masih menyuguhkan gedung-gedung megah, macet, padat penduduknya dan tempat bermain yang selalu bertambah canggih, bahkan ditambah dengan tempat hiburan yang bisa kunikmati di usiaku saat ini. Sayang, mungkin pola pikirku yang sudah berubah hingga akhirnya Jakarta selalu masuk daftar coret tempat yang akan kukunjungi.

Hingga waktu membuatku datang lagi ke Jakarta, mencoba 'menjajah' ibukota negara tercinta ini.
Sebagai seorang pengangguran yang sedang mencari celah untuk ikut dalam arus ibukota.
Seminggu lebih, bermain-main dengan ibukota yang kata orang begitu kejam. Mempelajari ritme dan dunia orang-orang Jakarta yang kata Seno Gumira Ajidarma hanya ada tiga: rumah, kantor dan mobil.

Sejauh ini aku mencoba menikmatinya, mungkin benar pepatah orang-orang tua, alah bisa karena biasa.
Dulu aku selalu bertanya, kenapa orang betah di Jakarta. Datang dari berbagai penjuru tanah air, mencoba mengadu nasib di ibukota ini.
Padahal tidak ada yang bisa dijanjikan Jakarta, selain kompetisi.

Sekarang aku disini, di salah satu sudut Jakarta, menulis postingan dalam keadaan yang baik-baik saja. Hanya terhalang masalah koneksi dan kesempatan untuk fokus menulis.
Kalau ditanya sekarang apa yang dijanjikan Jakarta untuk orang-orang, jawabanku tetap sama, kompetisi.




*baru buka blog ini, makasih buat teman-teman yang sempat2nya mengkhawatirkan keadaanku. Maaf gak bisa blogwalking, miskin koneksi internet.. :)
*Buat bung Becce-Lawo, ewotnya nanti akan saya pajang bro.. tunggu aja, semoga belum basi.hahaha

Read more...

Memutar Memori

Friday, October 23, 2009

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun"
"Anakku... anakku..."
"Ibu, yang sabar ya, ikhlas bu, ngucap.."

Siang itu tuhan sedang berbaik hati, memanggil seorang bayi yang baru berusia 4 hari dari tangan seorang perempuan.
Diiringi isak tangis perempuan itu dan tetangga yang sedang mencoba menabahkan hatinya, untuk kedua kalinya tuhan menguji imannya.

Prosesi pemakaman sederhana dilakukan keesokan harinya, masih terasa kesedihan itu.
Perempuan itu terhempas ke titik terendah dalam hidupnya, tidak berani menatap mentari.
Takut bertegur sapa dengan tetangga, pekerjaannya dia tinggal, merasa hidup ini begitu tidak memihak.

Tiga kali dia melahirkan, dua kali dia kehilangan.
Beruntunglah masih ada seorang anak yang bertahan dipelukannya, untuk mendapat kasih sayangnya.
Apalagi ketika itu cerita2 tentang kematian masih kental dengan mitos.
Bahkan ada yang bilang ini adalah sebuah bala.

"Kau dengar kata uwak itu kan..?"
"Apa pulak kau pikir-pikirkan itu, gak ada itu" si suami mencoba berpikir jernih, menenangkan perempuan itu.
"Tapi aku takut bang, masak aku menunggu kehilangan sampai tujuh kali baru hilang balanya, gak sanggup aku bang."
"Sudahlah, bukan kita yang mengatur urusan hidup mati. Kalau memang rejeki kita cuma satu itu, kita besarkan dia dengan baik."
"Bang, kalau yang satu itu juga diambil, ceraikanlah aku. Mungkin memang bawa bala aku dalam pernikahan kita ini."
"Jangan gila kau ya, pikiran macam apa itu.."

.....

Ternyata cerita itu tidak terbukti, bahkan tiga tahun setelah kematian yang kedua, perempuan itu melahirkan lagi, perempuan.
Tidak cukup disitu, dua tahun kemudian bayi perempuan lahir lagi dari rahimnya, semuanya sehat dan tumbuh normal.

"Masih percaya kau tentang bala itu, kau lihat apa yang tuhan kasih"
"Imanku tidak cukup kuat waktu itu, maafkan aku bang"
"Lalu ngapain lagi kau sering ke dokter buat cek2 kesehatan"
"Kupikir aku bisa hamil lagi bang.."
"Ah, gak ngerti aku lagi. Dulu kau menolak punya anak lagi, sekarang minta nambah kau"
"Siapa tahu dikasih lagi.."
"Ingat kau apa yang kubilang dulu, kalau rejeki kita cuma segini, ya sudah kita besarkan mereka baik2. Dan jangan suruh2 aku ke dokter, kau kira aku impoten hah"

.....

Setelah itu kehidupan berjalan baik, cerita tentang menambah keturunanpun sudah bukan lagi topik utama di keluarga itu. Hingga tujuh tahun berselang..

"Bang, aku hamil lagi.. gimana ini.." perempuan itu tidak siap, mengingat umurnya yang sudah bukan masa produktif lagi. Pada waktu itu KB bukan favorit para ibu2 kampung.
"Beginilah cara kerja tuhan, ingat apa yang kau bilang dulu. Mau nambah anak, dikasih malah bingung.."
"Tapi kenapa harus sekarang bang, saat aku mulai berpikir untuk membesarkan, bukan lagi meregang nyawa dan duduk menyusui, aku hampir memasuki masa menopause"
"Terus mau apa kau, mau kau tolak rejeki itu"
"Pokoknya ini terakhir aku melahirkan, jangan nambah lagi.."
"Sok2 mengatur pulak kau, disyukuri semuanya. Jagalah baik2 janin itu.."

.....

Bertambah lagi keluarga mereka, seorang bayi perempuan lahir dengan selamat.
Di awal2 kelahiran, si bayi sering sakit.
Fisiknya dinilai lemah oleh dokter, bahkan pernah dua hari menangis tanpa bisa didiamkan.
Perempuan itu mulai panik, teringat trauma masa lalunya tentang kehilangan.
Kali ini jangan ya tuhan, biarkan dia hidup, pinta perempuan itu dalam doa2nya.

Tuhan ternyata mendengar, bayi itu dibiarkan hidup dan berangsur pulih.
Perempuan itu begitu bersyukur, dan berjanji dalam hatinya, biarlah ini yang terakhir. Sudah cukup karunia ini, Empat anak ini jangan bertambah lagi.

Segala cara dia lakukan untuk mencegah, dari lebih banyak mengkonsumsi air tape sampai terapi pijat kampung yang katanya bisa meminimalkan efek hamil.
Apalagi umurnya sudah tidak bisa dibilang muda lagi, dia memang tidak mau lagi menambah anak.

Tapi tuhan berkehendak lain, dua tahun kemudian dia hamil lagi dan melahirkan seseorang yang saat ini sedang memutar memorinya menulis cerita ini.

....


Kutulis untuk ibuku, yang dengan beraninya bercerita tentang sebuah proses dalam perjalanan hidupnya.

*Maaf ibu, jurus2 menolak lahir itu tidak cukup kuat untuk menahanku melihat dunia dan menyusup diantara cinta kalian.. :)*

Read more...

Never Say Never

Monday, September 7, 2009

Tujuan sudah kelihatan, walaupun bukan stasiun terakhir, tapi itu stasiun yang ingin kudatangi sejak lama..
Keretaku sebentar lagi mau nyampe, cuma mampir sebentar di stasiun kecil, sekedar istirahat dan jalan2.
Senang mampir ke rumah lagi, walaupun hanya untuk mengistirahatkan badan, sebelum berlari lagi mengejar kereta.
Hanya ingin menyapa..






Apa kabar...?


*aku menulis tepat di saat gempa di jogja..*
*Out*

Read more...

Karena Dia Ada

Monday, August 10, 2009

leave nothing but footprints
take nothing but picture
kill nothing but time

Sekitar pertengahan 2005, ketika nongkrong dengan teman2 SMA yang sama2 mengadu nasib di kota pelajar.
Seorang teman bercerita tentang merapi, dan reaksi alami anak muda waktu itu adalah mencoba.

Berlima, tanpa pengalaman sama sekali, hanya bermodal nekad dan cerita dari seorang teman yang baru mendapat cerita dari temannya tentang merapi.
Berangkatlah lima orang sok jagoan untuk mendaki merapi, tanpa persiapan yang matang dan logistik yang memadai.
Yang paling banyak dibawa adalah rokok dan air api.
Dan terbukti, lima orang sok jagoan sudah kehabisan bekal di tengah2 perjalanan, hanya tekad yang masih ada.
Berkat bantuan tuhan, ternyata lima orang sok jagoan itu berhasil ke puncak.
Tertawa puas di puncak garuda..
Merapi, agustus 2005 *ketika itu puncak garuda masih utuh, belum hancur kena gempa.

it's not the mountain we conquer, but ourselves - Sir Edmund Hillary

Ketika sedang ngumpul di kampus, teman2 merencanakan untuk mendaki merapi, merayakan kemerdekaan di atas sana.
Teman2 mengajak, aku bergeming.
Dua tahun sudah lewat, cerita tentang merapi bahkan sudah terlupakan.
Sedikitpun sudah tidak ada niat naik gunung lagi, cukup sekali.
Seorang teman berkata 'lihatlah gunung itu kawan, setiap hari kita lihat dari bawah sini. Apa kau tidak ingin melihat apa yang dilihat oleh gunung itu.'

Degghhh....










Dan inilah aku, yang kembali lagi ke merapi dengan persiapan yang lebih baik.
Kembali tertawa puas di puncak garuda.
Merapi 17 agustus 2007 *puncak garuda sudah berubah, terkena gempa tahun 2006.

Setahun lewat, merapi membuatku jadi sangat betah untuk kembali lagi mendaki gunung. Ada sesuatu yang menarikku untuk kembali naik.
Dari Merbabu sampai Sindoro, Dari lawu sampai Gede-Pangrango, kunaiki hanya untuk sebuah kenikmatan.
Melihat edelweis tumbuh, bunga abadi yang sayangnya banyak dipaksa pindah tempat oleh orang2 yang merasa bunga itu lebih pantas di rumah pacarnya.
Gunung menjadi candu, selalu membawa cerita hidup.

Teman2 mengajak naik gunung lagi, tapi bukan merapi.
Gunung yang berbeda, lebih tinggi dan lebih jauh lokasinya.
Tanpa berpikir, langsung ikut.
perjalanan hampir 10 jam naik motor melewati banyak kota dan berbagai kejadian selama perjalanan.


Kembali lagi aku ke puncak, gunung tertinggi di jawa tengah dan kedua di jawa.
Menyenangkan ketika kau berdiri di puncak dan awan ada di bawahmu, memandang keajaiban tuhan.
Merayakan kemerdekaan di atas sana.

*ada cerita seru ketika perjalan pulang, dari 7 motor yang ikut pulang, semuanya kena musibah. Enam motor bocor ban dan satu motor jatuh terselip di lubang, untung tidak apa2. Motor terakhir yg kena musibah kebetulan aku yang bawa. Sedang menunggu tambal ban, seorang teman nyeletuk.. 'mungkin kita lupa berdoa kali pas kita pulang, ayo kita berdoa dulu.' Dan percaya atau tidak, setelah itu semua mulus sampai tujuan pulang.
Slamet, 17 agustus 2008

Baru saja aku kembali dari gunung gede awal juni lalu.
Seorang teman bilang.. '17 belasan di semeru gimana..? mau..?'
Seperti sebuah iklan provider kartu hp.

Menggoda.. jelas sangat menggoda.
Bagaimanapun, semeru sebuah mistis buatku.
Setiap orang yang pernah naik dan bercerita tentang semeru selalu membuatku cemburu.
Aku ingin melihat memorial Soe Hok Gie dan Idhan Lubis, menulis di atas danau Ranu Kumbolo, melewati Tanjakan Cinta dan berfoto dengan latar letusan Mahameru.

Tapi sayang, kali ini aku harus berkata tidak.
Aku harus berlomba dengan kenyataan.
Masa depanku sudah lama kuabaikan, dan ini harus diprioritaskan.

Semeru, mungkin tidak sekarang aku datang.
Tapi pasti aku akan datang, tertawa puas di puncak mahameru.
agustus 2009.


Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo

Menatap jalan setapak
Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa

Mahameru-Dewa 19

Read more...

Akal dan Kitab Suci -2-

Sunday, July 26, 2009

Akal tanpa cinta hanya akan membuat manusia sampai pada tingkat ilmu mempertanyakan kitab suci dan menyetarakan tuhan.
Jika akal menjadi busur, kitab suci menjadi panah, ilmu yang menjadi arah maka cinta adalah kekuatan untuk mengarahkan.
kitab suci yang begitu padat tidak akan dipelintir oleh akal jika ada cinta yang mendampinginya.
Output perilaku yang diciptakan akal melalui kitab suci tidak akan membawa kebaikan jika tidak diikuti cinta.

Tak kenal maka tak sayang..
Cinta mengenalkan manusia pada tuhannya
Cinta mengenalkan manusia pada kehidupannya.
Relatif dan padat akan jelas batasnya ketika dimasuki cinta.

Di kitab suci manapun, ada dosa untuk kejahatan, ada pahala untuk kebaikan.
Tapi manusia menembus sendiri batas 'manusianya' untuk merasa punya hak atas kehidupan.

Pertanyaan dasarnya adalah, apa kau percaya tuhan..?
Kalau ada yang bilang tidak, lalu kenapa kau begitu takut pada kematian..?
jika kau tidak percaya, kenapa kau bisa bangun pagi ini..?
Proses tidur bahkan tidak sampai ilmu manusia untuk mengolahnya, lalu dimana akalmu ketika kau merasa mempertanyakan si pemilik tidurmu.

Kalau kau percaya tuhan, maka poin dasar untuk percaya adalah cinta.

Kau cinta pada orangtuamu, maka kau akan percaya pada mereka.
Jika kau cinta pada istrimu, kau akan percaya padanya, maka cemburu, iri, curiga, akan hilang dengan sendirinya.

Jika kau mencintai istrimu, maka kau akan mencintai hidupnya, kau akan mencintai pekerjaannya, kau akan mencintai keluarganya, kau akan mencintai semua yang ada dalam bagian hidupnya.
Kau akan mencintai rambutnya, hidungnya, kukunya, matanya dan semua komponen hidupnya. Disitulah akalmu kau arahkan..

Hidup punya aturan..
Sekarang apa kau percaya pada si pengatur hidup..?
Jika kau percaya, maka kau akan percaya pada peraturannya..
Jika kau percaya tuhan, kau harus percaya pada pada ciptaannya..

maka kembali lagi ke posisi awal, jika kau percaya tuhan, dasarnya adalah cintamu padanya..
Lalu apa yang kau harapkan dari tuhan..? tentu cintanya padamu..

Kau mencintai tuhan, kau harus mencintai langit, kau harus mencintai pohon, kau harus mencintai daun, kau harus mencintai burung, kau harus mencintai apa saja yang dicintai tuhan.
Kau mengharapkan cintanya, makanya kau percaya padanya.

Kau mencintai tuhan, kau mencintai ciptaannya, kau percaya tanah itu ciptaan tuhan maka kau mencintai tanah, maka kau mencintai padi karena padi ditanam di tanah, kau akan mencintai makananmu, karena ada padi disana, maka kau mencintai kesehatanmu dengan memilih makanan yang baik untuk kesehatanmu.
Lalu padat dan relatif itu akan dicerna sendiri oleh akal, tidak perlu ada resep dokter untuk kesehatan dan larangan ini itu tentang kesehatan jika manusia menggunakan akalnya seperti di atas.

Banyak lagi contohnya, bahkan hal terkecil dalam hidup manusia tidak ada yang tidak berhubungan dengan tuhan.

Manusia modern sering memotong akalnya dalam siklus seperti di atas.
Manusia mencintai tuhan, tapi tidak mencintai hutan malah sangat cinta pada uang. Bukankah hutan termasuk dalam proses uang..?
Ada kertas disana, ada kayu, ada pohon, pastinya ada hutan. Mesin pencetak uang juga diurai menjadi satu persatu maka pasti ada hutan disana.
Jika manusia percaya ada tuhan dalam uang, akankah manusia menyalahkan uang atas nasib hidupnya..?

Manusia modern membuat semuanya terbalik..
Membenturkan yang padat seolah-olah bisa dicairkan dan mengeraskan yang relatif itu..
Harusnya mengeraskan yang padat dan membenturkan yang relatif sehingga tercipta kreativitas dan keindahan.

Benturan dalam wilayah padat membuat manusia menguasai, benar salah terletak di tangan manusia. Dia yang benar dan manusia yang lain salah, karena ego manusia tidak mau di pihak yang salah.
Coba benturkan ke wilayah relatif, Teknologi contohnya. internet bukankah kreativitas di wilayah relatif..? kita bisa chatting, ngeblog, tukar informasi dan banyak hal lain. Coba diurakan, bukankah itu hanya terdiri dari kabel, gelombang, komputer yang isinya kalo diurai jadi hal-hal yang biasa kita lihat di sekitar.
Benturan di wilayah relatif akan menghidupkan yang mati dalam diri manusia.. akal bekerja menjadi ilmu.

Seperti sebuah lagu, jika surga dan neraka tak pernah ada, apa yang dicari manusia..?
Manusia mencari surga atau mencari cintanya tuhan..?
Kalaupun ada surga dan neraka, apakah manusia akan tetap mengejar surga jika ternyata Tuhan lebih sering di neraka..? *saya tidak menyuruh orang masuk neraka..
Bukankah neraka juga punya tuhan..? manusia ingin surga tapi tidak mau ke neraka.

Cinta, akal,kitab suci dan ilmu akan berkombinasi menempatkan manusia pada satu titik, bersyukur.
Bersyukur karena percaya pada tuhan.

Kalau dikembalikan ke peradaban sebelum kitab suci, apakah orang percaya pada apa yang dia percayai..? Iya
Tidak ada peraturan hidup, tapi percaya. Terlepas yang dia percayai itu benar atau salah, tapi konsep cinta yang akhirnya membuat akalnya percaya pada apa yang dia percayai itu yang harus dilihat.
Ketika sudah ada kitab suci, percaya itu yang tidak dibangun oleh manusia modern dalam arti kehidupan.
Kenapa kita berdebat di wilayah yang jelas sekali padat.

'Jadi tidak boleh membedah kitab suci..?' justru karena manusia punya akal maka kitab suci itu dijadikan ilmu hidup.
kembali lagi ke kalimat awal, percaya.
'Lalu kenapa ada kitab suci kalau kita sudah percaya...?' justru melalui kitab suci akhirnya manusia modern percaya, kalau tidak ada bagaimana kita percaya tuhan, kita bukan nabi.

Satu tidak pernah benar-benar satu artinya, karena manusia modern tidak percaya satu itu satu.
Presiden tidak pernah benar-benar presiden dalam arti presiden sebenarnya, karena presiden tidak percaya, presiden itu presiden dalam hukum hidup. *bingung kan..
Presiden sewaktu-waktu jadi pedagang, jadi pengusaha, jadi tukang kredit, jadi sopir.

Sekali lagi, kita sebagai manusia modern sangat-sangat rewel untuk urusan percaya.

Cinta mengarahkan akal kita untuk percaya pada yang membuat peraturan hidup, menyakini aturan hidupnya dan menggunakan akal kita menjadi ilmu untuk mencari cinta sang pemberi akal.


*huah.. mumet saya nulisnya.
Kadang apa yang dipikir itu ketika jadi sebuah tulisan malah membingungkan.
Semoga bermanfaat, ini hanya artikel, ambil saja yg baik karena ini murni muncul dari pemikiran yang tanpa referensi.
Hanya melihat, mendengar dan memperhatikan dari sekitar..
Besok-besok saya nulis yang ringan2 aja.. mumet saya.. :D


Link Terkait
Akal dan Kitab Suci

Read more...

Akal dan Kitab Suci

Wednesday, July 22, 2009

Kapan pertama kali kitab suci ada..?
Kalo direka-reka menurut ilmu manusia, mungkin sekitar 130 abad yang lalu atau 13 milenium yang lalu.
Ketika nabi Daud pertama kali menerima wahyu dari Tuhan dan terciptalah Zabur, lalu menyusul Taurat, Injil dan kemudian disempurnakan oleh Al-Qur'an. *saya mengambil sudut pandang islam.
Bukankah kita mengenal nabi-nabi sebelum nabi Daud..?
Bukankah kita tahu ada peradaban sebelum itu..?
Lalu kenapa orang-orang di masa itu begitu lama masa hidupnya, sampai ratusan tahun bahkan ada yang mencapai ribuan tahun.
Begitu lama sampai mungkin mereka masih bisa melihat tujuh generasi di bawahnya.

Masa sekarang, umur manusia rata-rata hanya sampai 70-80 tahun.
Itu bahkan sudah sepuh banget, walaupun ada yang sampai 90-100 tahun, tapi sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi, sudah bergantung pada orang lain.

Lalu apa hubungan kitab suci dan manusia..?
Kalau diambil perbandingan di atas, maka umur manusia sebelum mengenal kitab suci lebih lama daripada orang yang sudah mengenal kitab suci.

Kenapa..? Why..?
Kenapa Allah baru menurunkan kitab suci setelah begitu lama tercipta peradaban di muka bumi.

Karena orang-orang di peradaban yang lalu tidak perlu kitab suci untuk mengatur hidupnya, sedangkan orang-orang di masa sekarang butuh kitab suci untuk mengatur hidupnya.
Karena peradaban yang lalu punya hukum dan aturan hidup dalam dirinya masing-masing, sehingga tidak perlu adanya kitab suci, sedangkan di masa sekarang kitab suci adalah hukum dan pengaturan hidup bagi manusia.
Karena peradaban yang lalu, disitulah para nabi-nabi ada sehingga orang-orang di masa itu punya panutan. sedangkan sekarang, orang-orang tidak punya panutan makanya diberi kitab suci.

orang-orang di peradaban yang lalu lebih simpel cara berpikiranya, sangat patuh pada pemimpinnya. Itu bisa kita lihat dalam kisah-kisah para nabi.
Orang-orang di masa sekarang (orang modern) sangat rumit cara berpikirnya, rewel lebih tepatnya. Semua hal dipertanyakan, makanya ada kitab suci untuk memberi batas dan menjaga manusia agar tetap berada di jalur 'manusia'.

Mari kita kembali ke belakang, bukankah manusia adalah masterpiecenya Allah..?
hingga diberi keistimawaan yang berupa akal pikiran.
itulah dasar kita menjadi khalifah di muka bumi.
Dan diberi tuntunan hidup dalam bentuk kitab suci karena kita berakal.

Makhluk ciptaan tuhan yang lain tidak ada yang diberi akal, jadi kambing tidak perlu kitab suci.
Akal membutuhkan kitab suci seperti busur dan panah, akal sebagai busur dan kitab suci sebagai panah.
Dan untuk mengolahnya, kita membutuhkan ilmu.
Panah tanpa busur, itu tidak akan sampai kemana-mana. hanya akan melukai sekitarnya.

Kitab suci menjadi hukum kita dalam hidup, menjadi acuan kita.
Lalu ada hukum eksternal, itulah yang banyak kita temui sekarang. UU, peraturan, adat, kepres, piagam PBB dan sebagainya.
Hukum itu mengikat, padat dan memaksa. Tidak boleh diganti jadi apapun, itu hukum. Ganti satu huruf aja gak boleh, itu hukum.
Bedanya adalah, kitab suci adalah hukum internal dalam dirimu yang nanti outputnya adalah perilaku.
sedangkan yang lain seperti UU, peraturan adalah hukum di luar dirimu yang mengatur dirimu dalam bermasyarakat.

Kita memerlukan akal kita dan mengolahnya dengan ilmu kita supaya aplikasi di kehidupan kita benar-benar berguna.

Jika ada yang padat yaitu hukum, berarti ada yang cair donk, berarti ada yang relatif.

Subuh itu 2 rokaat, itu hukum.
Bacaannya jelas, tata cara sholat, dari mulai takbir hingga salam itu padat. gak bisa diubah-ubah.
Tapi khusyuknya sholat, itu relatif. Langgam pengucapan bahasa ketika sholat itu juga relatif, menyamakan dengan logat arab itu bagus, tapi kalau tidak bisa ya tidak apa-apa.

Kalau dengan skala yang lebih besar, kebudayaan itu jelas relatif, pendidikan itu relatif, politik itu relatif, kesehatan itu relatif. yang menjadi ranah hukum adalah administrasinya, aturannya.
Musik itu relatif, jelas. Kamu tidak bisa memasukkannya ke ranah hukum, tidak bisa membandingkan musik si A dengan si B, karena relatif dan akan banyak unsur menyertainya.
Ranah hukumnya adalah tidak boleh membajak, karena ada hukumnya tentang pembajakan.

Di daerah-daerah yang relatif inilah timbul yang namanya kreativitas, disinilah akal dan ilmu dipakai.

Manusia modern menggunakan akalnya tanpa berpegang pada hukum hidupnya, yaitu kitab suci.
Seperti kitab suci yang dipakai dalam hidup tanpa menggunakan akal.
kedua-duanya tidak akan jadi apa-apa.

Banyak yang mencampur-adukkan wilayah hukum dan kreativitas.
Agama bercampur dengan politik..
Akhirnya, agama menjadi relatif dan politik jadi wilayah yang padat.
Ulama berdakwah di ajang politik dan agama digiring untuk menjadi pengikut politik tertentu, itulah pemikiran manusia modern sekarang.

Musik Dangdut katanya musik kampungan, itu kan relatif. Kau harus mendengar musik yang lain untuk membandingkannya dan itu belum cukup. Karena kau hanya punya dua daun telinga.
Karena itu dengarkanlah melalui telinga yang lain, kalau tidak bisa berarti jangan memvonis. Disitulah akal dan ilmu.

Kalau negara mengeluarkan peraturan, harga minyak goreng adalah Rp.5000 *umpama
Itu hukum, aturan, semuanya yang termasuk ke wilayah hukum harus menggunakan peraturan itu.
Tapi manusia modern mencampurkannya jadi wilayah relatif, ada yang Rp.6000, Rp.7500 sbg. Akhirnya rancu kan.

Gaji DPR dalam UU adalah 20 juta *umpama lagi. Itu peraturan, padat.
harusnya kan cuma itu, tapi ternyata bisa jadi relatif, bisa jadi 50 juta.

Yang mencuri harus dihukum. Itu peraturan
Jadi relatif ketika mencuri tapi pakai dasi tidak perlu dihukum, lha itu apa..
peraturan ya peraturan, hukum ya hukum. A ya A, hijau ya hijau, jangan abangan.

Tapi ketika masuk ke wilayah kreativitas, wilayah relatif malah hukum yang dipakai.
Dilarang pesbukan, lha itu jelas-jelas hukum je, padahal tidak ada dalam kitab suci manapun tentang pesbukan.
Yang ada adalah, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. dan itu masih wilayah relatif, berlebihan itu masih bisa dijabarkan dengan lebih luas.
Menulis saja sekarang sudah masuk wilayah hukum, ada UU ITE.

Yang mau masuk kedokteran UGM membayar minimal 70 juta *umpama lagi dan lagi
berarti yang tidak bisa membayar minimal sejumlah itu tidak bisa masuk kedokteran UGM, itu kan jadi wilayah padat, menjadi hukum yang jelas-jelas tidak ada di UU tentang pendidikan.
Jika ada minimal, berarti jika membayar diatasnya peluang masuk bisa lebih besar.
Padahal pendidikan adalah wilayah relatif. Otak dan kreativitas manusia jadi nomor sekian karena adanya peraturan itu.

Tapi manusia modern *kita maksudnya sangat rewel, hingga teori di atas dimentahkan dengan argumen-argumen masing-masing.
Kitab suci bisa diperdebatkan, apalagi undang-undang, peraturan dan sebagainya.
Karena akal bisa di kendalikan manusia, dan ilmu serta kitab suci bisa dikaji ulang oleh manusia modern maka Allah menitipkan satu unsur lagi untuk menyertai akal tersebut, yaitu cinta.

*Walah, jadi panjang gini postingannya dan melebar kemana-mana.. hehehe
mungkin bagusnya disambung aja di artikel berikutnya supaya nyambung sama kalimat pertama.Saya harap tidak mumet membacanya, saya yg nulis aja agak-agak mumet, tapi ini hanya artikel, semoga berguna dan bisa diambil intinya..

Link Terkait
Akal dan Kitab Suci -2-

Read more...

Gosip Setelah Tebak Gambar

Saturday, July 18, 2009


saatnya melihat ke atas, tidak ada sesuatu yang kebetulan..

'Wah.. Negeri Emprit main petasan..'
'Iya, aku baru turun dari bawah'
'Gimana laporannya..?
'Sejauh ini aku membawa beberapa orang dan lagi menunggu beberapa lagi..'
'Bagaimana isu yang berkembang di bawah..?'
'Kacau, rancu.. simpang siur..teori kemungkinan semua'
'Siapa sih yang buat..? kamu bawa gak orangnya...? aku pengen lihat wajahnya.'
'Jelaslah aku bawa, belum ku interogasi, nunggu laporan si bos.'
'Aku juga nunggu perintah si bos nih, apa aku jadi turun ke bawah..'

Secepat kilat sebelum sempat mengedipkan mata

'Hah, udah turun..?'
'Udah, syukurlah aku jadi banyak kerjaan..'
'Kenapa..?'
'Iya, setelah kejadian banyak orang yang bersatu, tapi sempat lihat konfrensi pers juga sebelum naik'
'Oya, emang menarik konfrensi persnya..?'
'Tidak sih buatku, tapi mungkin menarik buat negeri emprit..'
'Hahahaha, aku tau, telenovela kah...?'
'Buatku iya, tapi jadi membuka banyak kemungkinan teori disana..'
'Pencitraan lagi ya, padahal baru milih gambar, dasar negeri emprit dah di SP ma si bos'
'Salah pilih tebak gambar, percobaan pertama sudah langsung gagal'

'Ngapain dia melebarkan masalah, cukup protokoler ucapan belasungkawa sepertinya dah cukup. Yang pentingkan aksi setelahnya..'
'Mungkin dia pikir dia Ronald Reagan..'
'Ah beneran telenovela deh, apa dia pikir ucapannya tidak memberi efek bola besar buat negeri emprit..'
'Itulah, terlalu penuh gelasnya. Lupa inti kejadian dan imbas setelahnya.'
'lalu gimana reaksi negeri emprit..?'
'Hey, negeri emprit itu tahu cara tersenyum, itu yang aku suka dari negeri emprit.'
'Bagaimana ya, aku juga bingung. Kenapa si bos membiarkan aja ya.. aku sedih juga , aku sebetulnya benci dengan pekerjaan ini..'
'Aku kok jadi optimis setelah ini ya..?'
'Iya, aku juga. Mungkin si bos akan memberi SP sampai beberapa kali lagi, tapi kok aku merasa ini hanya akan menguatkan negeri emprit ya..'
'Bisa aja sih si bos langsung mutus kontrak tu negeri emprit, tapi si bos masih mikir-mikir..'
'Kenapa memang..?'
'Masih banyak cahaya harapan di mata anak-anak kecil di negeri emprit, masih terlalu banyak sandungan buat si bos untuk memutus kontrak negeri emprit..'
'Iya, aku juga lihat kenyataan terbaru, walaupun bungkus negeri emprit sudah karatan dan bau busuk. Dalamnya ternyata masih ada orang-orang yang tau menghargai kontraknya.'
'Lalu gimana nih soal bungkus-bungkus yang sudah bau busuk ini..?'
'Halah, si bos cepat atau lambat pasti beresin. Percaya atau tidak, peristiwa ini menjadi momentum buat negeri emprit untuk memilih..'
'Maksudnya.., menukar bungkus-bungkus itu?'
'Hahahaha, tidak begitu caranya.. ada muncul sebuah komitmen, keintiman dan rasa yang baru di hati orang-orang negeri emprit.'
'Maksudnya momentum pasca petasan itu..?'
'Iya, kalau mereka jeli dan mengerti bagimana peringatan si bos menjadi kekuatan yang baru buat mereka, kekuatan yang sebetulnya dari dulu ada di hati mereka.'
'Apakah kita menunggu..?'
'Tidak, kita sedang melihat proses..'

'KALIAN, MENGGOSIP LAGI..'

'Bos, kenapa skenarionya kayak gitu..?'
'Iya bos, SP-nya kok secepat kilat gitu. Baru aja bernafas sedikit tu negeri emprit..'

'ITU BENTUK CINTAKU PADA MEREKA..'

'Lalu setelah ini, apa akan ada lagi bos..?'

'ADA, TAPI KITA LIHAT NANTI BENTUK CINTANYA SEPERTI APA..'

gambar diambil disini

-untuk hari kemarin dan setelah ini, jangan pernah malu menjadi bangsa ini. Ini bukan kita, memalukan jika ada yang malu menjadi bangsa ini.-

Read more...

Ini Tidak Adil

Wednesday, July 15, 2009

cause we all live under the same sun
We all walk under the same moon
Then why, why cant we live as one

scorpion - under the same sun

Aku baru mengetahui berita itu, itu juga dari tagline yang ada di sebuah stasiun tv.
'Korban saat ini mencapai 156 orang'
Hey.. berita apa ini..
Lalu menjelajahlah di dunia maya untuk mencari info-info, ternyata mengejutkan.
'Daerah ini terisolasi, dan sejak bergabung dengan Republik Rakyat Cina sudah terlihat kesenjangan sosial disana.'

Aku tidak tahu kenapa aku ingin menulis topik ini, dengan referensi yang sangat minim. Hanya kesal kepada penghuni kolong langit, mau itu orang kaya, orang miskin, penguasa, orang-orang besar, penulis-penulis hebat, wartawan, entah apa dan siapa saja yang tahu hal ini.
Terutama kepada kekuatan yang setingkat di bawah tuhan itu a.k.a media.
DIMANA KEADILAN DI KOLONG LANGIT INI...?

Kemana pengamat-pengamat yang begitu berbusa ketika membicarakan Timur Tengah.
Kemana penulis-penulis kolom di media yang begitu skeptis menilai demokrasi di Iran.
Kemana orang-orang yang berdebat mengenai teroris itu.
Dimana berita yang bisa melihat Urumqi secara lebih utuh..
INI TIDAK ADIL..

Begitu banyak opini tentang Timur Tengah.
Begitu banyak pihak yang merasa ikut bertanggungjawab menentukan nasib Palestina.
Banyak sekali yang mengutuk hasil demokrasi di Iran, seolah-olah merasa punya tanah di negeri itu.
Dan selalu atas nama KEMANUSIAAN..!!!

Kalo begitu atas nama kemanusiaan, DIMANA KEADILAN DI URUMQI...?
Hey, kalian yang punya kekuasaan di kolong langit ini, apa reaksi kalian melihat Urumqi..? atau di daerah-daerah lain yang bernasib sama dengan Urumqi..
Tidak ada, mungkin tidak penting..
Kalo begitu berhentilah mengurusi Timur Tengah dan tetek bengeknya...!!!

Karena kalian sudah tidak adil, pembantaian 3000-an orang dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat disana tertutupi berita kematian 1 orang bintang. Itu tidak adil...

Indonesia, Dewan Keamanan PBB...? menggelikan, tidak ada yang membicarakan Urumqi.
Isolasi dan pengusiran yang terjadi disana ditutupi berita pembagian jatah kursi disini. Itu tidak adil..

Yang merasa masa bodoh, tidak tahu dan malas mengurusi.
Tolong adillah dalam melihat sesuatu, jika kalian bisa menulis berita dan beropini tentang semua hal dengan begitu hebat, tulislah berita dan opini yang sama tentang Urumqi.
Terserah itu akan menyelesaikan masalah disana atau tidak..
Tapi paling tidak membuka mata orang-orang yang mungkin akan mengirimkan doanya kesana.
Terasa menyejukkan bukan..?

Belajarlah dari sejarah, ini akan terus berulang..
Aku menulis karena aku ingin keadilan.
Aku sedih karena yang dibantai adalah saudara-saudaraku.
Aku marah karena tidak ada yang membahasnya.
Dan pemberitaan ini tidak berimbang..

Bukankah kita hidup di bawah langit yang sama...?

Read more...

Percakapan Dan Tebak Gambar

Monday, July 6, 2009


hidup bukan soal menang kalah. Percayalah, pasti ada pelangi setelah hujan

'Lihatlah keadaan di bawah sedang rame'
'Iya meriah sekali ya, sepertinya akan ada pertunjukan besar2an nih'
'Aku heran dengan negeri Emprit ini, Berduka aja begitu meriahnya ya'
'Mungkin mereka ikut negeri Asu, negeri Asu kan lagi merayakan ultah Paman yang bertopi koboi'
'Lho beda donk, itu orang kan ultah, wajar donk meriah'
'Jangan salah, di negeri Asu juga orang berduka cita juga sangat meriah, lihat tuh pemakaman sampai segitunya, pake pertunjukan lagi'
'Iya juga ya, mungkin itu yang ditiru sama negeri Emprit, mereka mau berduka cita secara besar2an, heboh nih kayaknya'
'Kita lihat saja, ujung2nya ntar kita juga kok yang turun tangan, lah semua orang di negeri Emprit sudah berkicau gak jelas'
'Iya ya, pada pegang mic semua, tapi beneran deh pada rame banget akhir2 ini.'
'Itu lagi main sebuah permainan, namanya tebak gambar..'
'Tebak gambar..? kok heboh banget ya, cuma tinggal nebak gambar aja sampe bawa golok, bawa kunci rumah, bawa2 kelompok, agama juga. heran aku'
'Memang, aku juga gak ngerti lagi tu pikiran orang2 di negeri Emprit, mungkin gara2 hadiahnya itu sampai semuanya dibawa2'
'Mang apa hadiah tebak gambar itu..?'
'Hadiahnya..? tiket free, mencoba semua wahana di negeri Emprit. VVIP lagi.'
'Wow, pantas saja. Apalagi negeri Emprit kan lahan basah, enak banget tu kalo bisa nebak.'
'Tapi sayangnya di negeri Emprit banyak tukang tipu, banyak calo, banyak pungli jadi gak sembarang orang bisa ikut tebak gambar'
'Ah sayang ya, padahal kalau nebaknya gratis kan semua bisa dapat, gak milih2.'
'Sekarang mana ada yang gratis, kencing aja bayar'
'jangan2 besok kentut juga bayar ya.. hahaha'
'Bisa jadi.. hahahaha'

'Btw gimana tanggapan si bos tentang ini..?'
'Ya elah, si bos nagapain pusing ngurusin beginian. Paling senyum2 aja'
'Tapi denger2 si bos juga lagi gemes ni sama negeri Emprit'
'Si bos kan sering bilang "percuma membicarakan kebodohan kepada orang bodoh". Tinggal disentil aja ntar ma si bos, beres dah.'
'Masak sih, si bos kan paling ngerti urusan yang beginian.'
'Hehehe, sebetulnya si bos lagi nunggu momen aja, tunggu aja ntar si bos ngadain sidak ke negeri Emprit'
'Wah, berabe tu kalo si bos sampe ngadain sidak.'
'Habisnya tu orang2 di negeri Emprit pada bebal2 sih, udah tau pekerja kontrakan, kelas buruh, pengennya bikin peraturan sendiri. Udah enak2 dikasih buku panduan ma si bos, masih aja ngelanggar, ntar si bos mutusin kontraknya nangis semua.'
'Hahaha, trus gimana nasibnya permainan tebak gambar ini..?'
'Lah kita mau apa, kita lewatkan sajalah permainan tebak gambar ini. Semoga yang ikut dan menang bisa menggunakannya dengan baik seperti yang ditulis dalam peraturan si bos.'
'Berarti kita membiarkan mereka donk..'
'Dikasih SP 1 gak mempan, mungkin dikasih SP2 dulu melalui tebak gambar ini. Dan aku optimis habis SP 2 ini pasti kelakuannya berubah'
'Jangan donk sampe SP2, SP1 aja udah parah banget.'
'Tenang aja, si bos kan seorang pengayom yang baik, dia tahu kok kapan dan bagaimana mengatur semuanya.'
'Iya sih, kita serahkan saja semuanya sama si bos'

hingga tiba-tiba, tanpa suara, tanpa dirasa...

'HEH... BERGOSIP SAJA KERJA KALIAN... TUGAS MASIH MENUMPUK TU, SANA TURUN KE BAWAH, CATATIN AMAL-AMAL MEREKA'

'iya bos....'
'i..iya bossssssss.....'

Percakapan ini terjadi di awang-awang pada waktu yang mengawang-awang

Gambar diambil disini

Read more...

Kesan Pertama Begitu Menggoda

Tuesday, June 30, 2009

"don't judge a book by it's cover"


Saya percaya otak adalah gudang besar yang berisi perbandingan-perbandingan
Setiap yang kita lihat, maka otak secara spontan akan membandingkan dengan apa yang kita lihat sebelum2nya dengan objek yang sama *teori yg blm dipatenkan :D
Dua detik pertama otak kita ketika melihat kejadian akan bisa langsung menyimpulkan, percaya atau tidak itu menjadi bawah sadar kita.. *teori yang semakin ilmiah.. halah.. :)
Dan tahukah kalian, itu terjadi karena kebiasaan kita di waktu kecil... * teng-tong, teorinya semakin ngawur.. hahaha

Menurut buku yang saya baca *ngikut2 kepompong, seseorang yang di masa kecilnya terbiasa mengatakan 'jelek dan bagus' pada sesuatu, maka di waktu dia besar, 'bagus dan jelek' itu akan menjadi standart penilaiannya.
'ma, aku gak mau pake warna hitam, jelek' *waktu kecil
'aku gak mau baju ini, warnanya hitam, jelek' *waktu remaja
'liat tu orang negro, jelek banget' *waktu dewasa
'aku gak suka cowok itu, kulitnya gak putih, bukan standartku' *padahal kenalan juga belum.. hahaha

Oke, mulai paham kan... bagus... :))
Sekarang mari kita buka pikiran kita, bayangkan apa yang kutulis di bawah ini..
*masuk ke bawah alam sadar anda, semakin lelap....@#@$% romi rafael wanna be.. hehehe

1. Apa penilaian pertama anda tentang Indonesia..
2. Apa penilaian pertama anda tentang Megawati
3. Apa penilaian pertama anda tentang SBY
4. Apa penilaian pertama anda tentang JK
5. Apa penilaian pertama anda tentang Mbah surip
6. Apa penilaian pertama anda tentang Miyabi
7. Apa penilaian pertama anda tentang Saya
8. Apa penilaian pertama anda tentang Anda
9. Apa penilaian pertama anda tentang Orang Batak, Papua, Jawa, Bugis, Minang dll.
10.Apa penilaian pertama anda ketika anda bangun pagi ini, tentang semua hal yang mungkin akan anda lewati hari ini.

silakan dilanjut sendiri pertanyaannya, capek nulisnya.. huahahaha

See... Jawabannya secara spontan sudah anda simpulkan, padahal hanya membaca tulisan di atas *saya menyimpulkan anda tahu semua yang ada di atas, kecuali nomor 7.. :D.
Dan lihatlah, saya bahkan bisa menyimpulkan kalau anda ternyata sudah menyimpulkan.. *sudah mulai stress saya ini, butuh kopi kayaknya...

Kalau pertanyaan itu saya yang jawab, pasti saya bisa jawab semuanya.
1. Indonesia = negeri saya tercinta
2. Megawati = plin-plan, buah jatuh ternyata jauh sekali dari pohonnya.. :D
3. SBY = kalem, peragu, presiden.
4. JK = grasa-grusu, wapres.
5. Mbah Surip = Ahli surga, karena malaikat tidak akan tega masukin dia ke neraka.. haaag.. haaag.. haagcuih.. :D
6. Miyabi = Bintang bokep
7. Saya = ........ (jawaban boleh dikosongkan) huehehe
8. Anda = pasti orang yang udah baca postingan di atas.. (jiiiiyaaa..)
9. Batak = keras, Papua = keras, Jawa = Lembut, Bugis = Keras, Minang = Perhitungan
10. Bersyukur karena saya masih hidup hari ini.

Saya bisa membandingkan Luna Maya dengan Dian Sastro, lebih cantik Dian.
Kenapa...? karena begitulah standart saya... huahaha :P
Sudah paham kan...? bagus..

Begitulah kira-kira inti postingan ini, saya lagi tidak bisa serius menulis.
Padahal saya tadi ingin menulis serius, saya baca bukunya Tere-liye yg judulnya Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, eh.. nemu kata2 seperti kalimat pertama di atas, bagus deh tu bukunya, gambarnya aja dah tak siapin gambar bulan, * ngambilnya disini. ternyata.. oh ternyata.. :D
Jadi mari kita tutup dengan indah...

Silakan anda menilai sesuatu itu dengan standart yang menurut anda sudah menjadi standart anda, tapi ada sesuatu yang harus selalu anda ingat jika menilai sesuatu atau seseorang.

jika ingin menjelekkan seseorang, pikirkan satu kebaikannya. Mungkin bagi anda dia bukanlah siapa-siapa, tapi bagi orang-orang di sekitarnya, mungkin dia adalah pahlawan.

nb : akhirnya ada sedikit tulisan yang serius juga... huahahaha

Read more...

Biarkan Saja

Friday, April 17, 2009

"Kenapa kau diamkan saja..?, klarifikasi donk"
"Buat apa.. aku tidak merasa ada yang harus diklarifikasi"
"Ini nanti akan menjadi-jadi"
"Tidak apa-apa, yang penting tidak ada yang sakit hati dan tidak ada yang pake hati"
"Atau kita balas aja, gosipin mereka balik"
"Aduh.. otak dan hatiku udah kebanyakan masalah, jadi gosip seperti itu udah gak ada tempatnya lagi. Kalo kau tidak kuat, lempar balik aja bolanya, simpel dan tidak usahlah membalas-balas, malah keliatan kalo gosipnya itu benar."

Sempat kepikiran untuk membalas, gosip yang disebarkan oleh sahabat2 yang aku tahu hati mereka lebih murni dari berlian itu. Aku tahu tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan semua itu, karena mereka tidak ada yang bermaksud jahat dengan gosip itu. Tapi buat apa, tidak ada gunanya juga, dan aku ahli dalam hal ini. Aku malah kasihan dengan teman yang digosipin denganku, semoga dia kuat.

"Memang bayo angin"
"Plin-plan"
"Gak punya pendirian"
"Selalu menggantung"
Banyak lagi sebutannya.. hmm...
Hidup begitu penuh misteri, makanya kenapa hidup itu jadi indah..

Cinta tidak datang karena paksaan.
Cinta tidak datang karena balas budi.
Cinta tidak datang karena pandangan pertama.
Cinta tidak datang karena kewajiban umur.
Cinta tidak datang karena simpati
Cinta tidak datang karena materi
Cinta datang karena Tuhan menitipkan hati seseorang untuk kau jaga dengan hatimu.

Read more...

Haruskah Ada Alasan..

Wednesday, April 15, 2009

“Kenapa kau suka dorama…? “
“karena suka aja.. “
“tidak ada alasan yang lain.., yang lebih objektif gitu”
“haruskah..? “
“orang suka sesuatu kan ada alasannya..”
“hmm.. gitu ya..”
“iya”
“aku lebih baik nonton dorama daripada nonton sinetron”
“itu bukan alasan, itu perbandingan..”
“Aku suka cara pengucapan bahasanya…juga tidak bertele-tele dan yang main cantik2”
“Kenapa gak nonton film aja..? cepat selesai dan banyak pilihan pemainnya”
“lho kok sekarang kamu yang bandingin..”
“terus yang benar apa donk..?”
“ya karena aku suka aja nonton dorama”
………………………………………………………………………………………………………………………………………

Cuma itu alasannya..
Percakapan dengan seorang teman.

Teringat pertanyaan yang sama yang ditanyakan anak-anaknya pada ibunya saat kumpul keluarga menjelang lebaran.

“kenapa ibu sayang pada kami..?”
“kenapa kalian bertanya seperti itu..?”
“pengen tahu aja bu, karena kami merasa belum jadi anak yang baik buat ibu dan bapak”
“jangan tanyakan itu lagi”
“kenapa bu..?”
“karena kalian adalah anak-anakku”

Read more...
Sonic Run: Internet Search Engine
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP